Laporkan Masalah

Konservasi Lahan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal di Desa Serang Kabupaten Purbalingga

MAHAL NUNGKI E T, Dr. Ir. Lies Rahayu Wijayanti F., M.P. ; Dr. Sudrajat, S.Si., M.P.

2021 | Tesis | MAGISTER ILMU LINGKUNGAN

Perambahan hutan semakin luas dan menjadi perhatian khusus Pemerintah Desa Serang sehingga mendorong mengembangkan sistem pertanian berbasis kearifan lokal masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktek konservasi lahan berbasis kearifan lokal yang diterapkan masyarakat di Desa Serang. Metode pengambilan data dengan wawancara kepada responden dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian diketahui praktek konservasi lahan yang dilakukan yaitu (1) pranoto mongso; (2) nyabuk gunung; (3) mengeramatkan sumber air (Festival Tuk Sikopyah); (4) memberokan lahan pertanian; (5) menggunakan alat pertanian tradisional; dan (6) Wanatani (Agroforestry). Praktek konservasi tertinggi yaitu menggunakan alat pertanian tradisional sebesar 99%, nyabuk gunung dan mengeramatkan sumber air sebesar 96%. Pertanian di Desa Serang berpotensi dikembangkan karena memiliki sumberdaya lahan luas serta permintaan pasar yang besar. Strategi konservasi lahan pertanian yang sesuai diterapkan dalam pengelolaan lahan pertanian berkelanjutan di Desa Serang yaitu (1) melestarikan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat dan diterapkan dalam kegiatan pengelolaan lahan pertanian; (2) memanfaatkan pendampingan dari pemerintah desa, kabupaten dan pusat untuk pengelolaan dan peningkatan produksi hasil pertanian; (3) menambah distribusi pasar dan memanfaatkan akses pengangkutan; (4) menambah lahan budidaya dengan lahan tersedia untuk peningkatan produksi pertanian; (5) menjaga kualitas produk dan menciptakan kepuasan konsumen; dan (6) kerjasama dengan saluran pemasaran untuk memperluas pasar.

Forest encroachment is increasingly widespread and is of particular concern to the Serang Village Government, thus encouraging the development of agricultural systems based on local wisdom of the community. This research aims to find out the practice of land conservation based on local wisdom applied by the community in Serang Village. Data retrieval method with interviews to respondents and descriptive quantitative analysis. The results of the study are known land conservation practices conducted, namely (1) pranoto mongso; (2) pounding the mountain; (3) to warn of water sources (Festival Tuk Sikopyah); (4) to give up agricultural land; (5) using traditional agricultural tools; and (6) Agroforestry. The highest conservation practice is using traditional agricultural equipment by 99%, pounding mountains and forecasting water sources by 96%. Agriculture in Serang Village has the potential to be developed because it has large land resources and large market demand. Suitable agricultural land conservation strategies are implemented in the management of sustainable agricultural land in Serang Village, namely (1) preserving local wisdom owned by the community and applied in agricultural land management activities; (2) utilize assistance from village, district and central governments to manage and increase agricultural production; (3) increase market distribution and utilize access to transportation; (4) increase cultivation land with available land for increased agricultural production; (5) maintain product quality and create customer satisfaction; and (6) cooperation with the distribution channel to expand the market.

Kata Kunci : Konservasi, Kearifan Lokal, Pranoto Mongso, Lahan Pertanian, Pengelolaan Lahan

  1. S2-2021-449961-abstract.pdf  
  2. S2-2021-449961-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-449961-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-449961-title.pdf