A Corpus-Based Study of Writer Identities in Biology Research Articles: Clusivity and Authorial Self
LUTHFIA ROZANATUNNISA, Dr. Tofan Dwi Hardjanto, M.A.
2021 | Skripsi | S1 SASTRA INGGRISPenulisan ilmiah, khususnya artikel penelitian, umumnya, namun tidak secara gamblang, dianggap harus objektif. Dengan kata lain, ada suatu kecenderungan untuk tidak mengekspresikan identitas penulis dalam tulisan akademik. Akan tetapi, penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa identitas penulis memiliki peran penting dalam membangun interaksi, baik antara penulis dengan pembaca maupun penulis dengan peneliti lain yang sebidang. Dalam studi ini, saya meneliti bentuk linguistik yang digunakan untuk mengekspresikan identitas penulis dalam sejumlah artikel penelitian terpilih, termasuk klusivitas (apakah bentuk linguistik itu mencantumkan pihak lain dalam acuannya kepada diri mereka) dan jati diri penulis seperti apa yang mereka ingin bangun dengan acuan diri tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari jurnal internasional bereputasi: 10 artikel penelitian yang dipublikasikan di jurnal Genome Biology dan 10 lainnya dipublikasikan di jurnal Molecular Systems Biology. Data tersebut kemudian dianalisis dengan bantuan Wordsmith 5.0, (Scott, 2008) sebuah aplikasi luar jaringan yang memudahkan pencarian acuan diri dalam artikel penelitian dan pembuatan konkordansi. Analisis kualitatif juga dilakukan untuk menentukan klusivitas dan ekspresi jati diri penulis dalam tiap-tiap acuan diri. Klasifikasi diri penulis mengacu pada taksonomi identitas penulis yang diciptakan oleh Tang & John (1999). Penelitian ini menunjukkan frekuensi penggunaan acuan diri yang cukup tinggi, di mana sebagian besar dari acuan tersebut mengekspresikan diri penulis sebagai pencerita proses penelitian. Hasil dari penelitian ini ditujukan untuk mengindikasikan kecenderungan penulis dalam menunjukkan dirinya dalam penulisan ilmiah, khususnya dalam artikel penelitian bidang biologi.
An academic writing, especially a research article, is commonly, but vaguely considered that it has to be impersonal. In other words, there is a common discouragement to express writer identities in academic writings. Yet, it is recently discovered that personal attribution has such a significant role to display the interaction both between the authors and the readers and the authors and other researchers in the field. In this paper, I investigate the linguistic forms used to indicate writer identity in a number of selected research articles, and how they are used in terms of their clusivity as well as authorial self these linguistic forms construct. The data were taken from two reputable international journals: 20 research articles taken from Genome Biology and Molecular Systems Biology. These data were analyzed with the help of Wordsmith 5.0 (Scott 2008), an offline application which allows us to discover the occurrences of authorial references used in research articles and make concordances. A qualitative analysis was also conducted to examine the clusivity and the authorial self each linguistic form expresses. Classification on authorial selves was based on a taxonomy proposed by Tang & John (1999). The results indicate a frequent use of authorial references, where they are mostly used to express the authorial self as the recounters of research process. The findings of this research are then aimed at indicating a tendency of writers in attributing themselves in academic writing, especially in biology research articles.
Kata Kunci : academic writing, writer identities, authorial self, concordances