THE EFFECTIVENESS OF PRIMARY PREVENTIVE MEASURE OF OCCUPATIONAL CONTACT DERMATITIS IN HEALTHCARE WORKERS: A SYSTEMATIC REVIEW
KHANSA MARIA S, Prof. Dr. Med. dr. Retno Danati, Sp.KK(K) ; dr. Sri Awalia Febriana, M.Kes., Sp.KK(K)., Ph.D.
2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar belakang: Tenaga kesehatan berkewajiban untuk melakukan prinsip hand hygiene dan pemakaian alat pelindung diri untuk mendukung keselamatan pasien, di mana bahan yang terlibat dalam proses ini ditemukan sebagai agen yang dapat berbahaya bagi kulit. Kejadian dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) pada tenaga kesehatan terus meningkat. Namun, efektivitas tindakan pencegahan primer dalam prakteknya terutama di antara tenaga kesehatan masih belum dapat disimpulkan. Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas tindakan pencegahan primer (pemberian krim barier, pelembab, emolien, penggunaan sarung tangan, dan edukasi), menginvestigasi luaran dari tindakan pencegahan primer dibandingkan dengan tidak atau tindakan pencegahan primer lainnya, perbaikan kondisi kulit secara klinis dengan implementasi tindakan pencegahan primer DKAK pada tenaga kesehatan. Metode: Kami meninjau literatur terkait tindakan pencegahan primer (pemberian krim barier, pelembab, emolien, penggunaan sarung tangan, dan edukasi) DKAK di antara tenaga kesehatan yang diterbitkan dalam bahasa Inggris, Indonesia, dan Jerman yang diterbitkan pada tahun 1995 hingga 2020. Data pencarian dilakukan menggunakan database PUBMED, Cochrane Library, dan ScienceDirect. Hasil: Terdapat 16 studi yang ditemukan dan terdiri dari 8 RCT, 7 uji klinis, dan 1 studi komparatif. Terdapat 3 penelitian penggunaan krim barier, emolien, dan pelembab, 4 penelitian penggunaan sarung tangan, dan 9 penelitian mengenai edukasi. Subjek penelitian sedang atau pernah memiliki gejala kulit sebelumnya. Secara keseluruhan, intervensi pencegahan primer pada tinjauan ini merupakan alat yang efektif dalam mengurangi jumlah kasus gejala klinis kulit terkait DKAK. Tidak ada efek berbeda yang signifikan antara penggunaan krim barier dan pelembab atau emolien. Sarung tangan yang disarankan adalah sarung tangan non lateks atau sarung tangan lateks tanpa bubuk. Edukasi dinilai meningkatkan perilaku pencegahan di antara pekerja secara positif. Kesimpulan: Tindakan pencegahan utama yang ditinjau dalam studi ini dinilai efektif dalam mengurangi gejala dan memperbaiki kondisi kulit terkait DKAK, serta mengubah perilaku pencegahan pekerja. Penerapan penggunaan krim barier, emolien, pelembab, dan sarung tangan, sebaiknya tetap disertai edukasi untuk memastikan tindakan pencegahan yang tepat, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran, serta dorongan positif untuk pekerja agar memiliki perilaku pencegahan DKAK.
Introduction: Healthcare workers are obtained to do the principle of hand hygiene and protective attire to support the patient safety, in which the materials involved in this process are found to be offending agents. Incidence of occupational contact dermatitis (OCD) among healthcare workers keeps increasing. However, the effectiveness of primary preventive measures in a real setting especially among healthcare workers are still inconclusive. Objective: To evaluate the effectiveness of primary preventive measure (barrier cream, emollient, moisturizer, gloves use, education), investigate the outcome of primary preventive interventions compare to no or other preventive interventions, and clinical skin condition improvement with the implementation of primary preventive measure of OCD in health care workers. Methods: We searched all relevant about primary preventive measure (administration of barrier cream, moisturizer, emollient, use of gloves, and educational training) of contact dermatitis among health care workers available in English, Indonesian, and German and published between 1995 to 2020. The data search was performed using the PUBMED, Cochrane Library, and ScienceDirect databases. Result: There were 16 studies found comprised of 8 RCT, 7clinical trials, and one comparative study. There were 3 studies with intervention of use of barrier cream, emollient, and moisturizer, 4 studies with gloves use intervention, and 9 studies of educational intervention. The healthcare workers presented with previous or existing skin symptoms. Overall, the study results showed that the interventions were effective tools in reducing the number of clinical symptoms cases. There was no significant different effect between barrier cream use and moisturizer or emollient. The gloves that are advised to be used are non-latex gloves or powder-free latex gloves. Education was also observed to improve preventive behavior among workers. Conclusion: The primary preventive measures reviewed in this paper were considered as effective tools in reducing skin symptoms and improving skin condition related to occupational contact dermatitis and transforming the workers' preventive behaviors. The implementation of the use of barrier cream, emollient, moisturizer, and gloves, should be equipped with education to ascertains proper use of preventive measures, increases knowledge and awareness, and promotes positive preventive behavior.
Kata Kunci : Pencegahan primer, tindakan pencegahan primer, dermatitis kontak akibat kerja, tenaga kesehatan / Primary prevention, primary preventive measure, occupational contact dermatitis, healthcare worker