POLITENESS STRATEGIES OF REFUSALS BY MALE AND FEMALE SPEAKERS OF ENGLISH AND INDONESIAN
NIDA' HAMAS GHAZIYAH, Dr. Tofan Dwi Hardjanto
2021 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki tindak tutur penolakan yang diujarkan oleh penutur laki-laki dan perempuan dari bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Penelitian mencari perbedaan antara penutur perempuan dan laki-laki baik pada bahasa Indonesia dan Inggris. Data dikumpulkan menggunakan sarana Discourse Completion Task yang terdiri atas enam situasi dengan variasi responden yang terdiri dari 15 penutur perempuan dan laki-laki dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara penutur pria dan wanita dalam memilih strategi kesopanan pada penolakan. Perbedaan yang tidak signifikan juga ditemukan pada pemilihan strategi kesopanan untuk menolak pada penutur bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Ada beberapa hal yang dapat melatarbelakangi hal tersebut seperti latar belakang, nilai sosial, cara pandang yang mirip, dan ekspektasi sosial kedua kelompok responden.
This study sets out to investigate the speech act of refusal performed by male and female English and Indonesian speakers. It examines the differences between male and female speakers of English and Indonesia. The data were collected using Discourse Completion Task which consists of six situations completed by 15 male students of Indonesian, 15 female students of Indonesian, 15 male students of English, and 15 female students of English. The results show no significant differences in the use of refusal politeness strategies between males and females of English and Indonesian speakers. There are also no significant differences between English and Indonesian speakers in using politeness strategies of refusal. This can be due to several reasons, such as educational background, social value, a similar point of view, and the respondents' social expectations from both groups.
Kata Kunci : speech acts, refusal, politeness strategies, gender