Laporkan Masalah

Peran Kepemimpian Dalam Sinergitas Antar SKPD Pada Program Percepatan Peningkatan Status Kemajuan Dan Kemandirian Desa di Provinsi Kalimantan Barat

SITI FATMAWATI, Dr. Pande Made Kutanegara, M.Si; Dr. Subando Agus Margono, M.A.

2021 | Tesis | MAGISTER KEPEMIMPINAN DAN INOVASI KEBIJAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kepemimpinan Gubernur Kalimantan Barat mempengaruhi sinergitas antar SKPD dalam program percepatan peningkatan status kemajuan dan kemandirian desa di Provinsi Kalimantan Barat yang menggunakan pendekatan gaya kepemimpinan transformasional. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Barat karna dalam dua tahun terakhir (2019-2020) dapat meningkatkan jumlah status desa mandiri sesuai target RPJMD melebihi provinsi lain di Pulau Kalimantan. Populasi penelitian adalah Tim Satuan Tugas Indeks Desa Membangun dan Tim Sinergi Program dan Kegiatan yang fokus melaksanakan program percepatan peningkatan status kemajuan dan kemandirian desa. Sedangkan fokus utamanya adalah kepemimpinan Gubernur Kalimantan Barat yaitu Bapak Sutarmidji. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepemimpian Gubernur Kalimantan Barat cocok dalam menerapkan gaya kepemimpinan transformasional dengan prinsip-prinsip yang dikemukakan oleh Rees (2001) yaitu kepemimpinan dengan peran sebagai inovator, motivator, fasilitator dan mobilisator. Melalui peran kepemimpinan transformasional yang diterapkan oleh Gubernur Kalimantan Barat, dapat mendorong sinergitas antar SKPD dalam melaksanakan program program percepatan peningkatan status kemajuan dan kemandirian desa. Yang dibuktikan dengan meningkatnya jumlah desa mandiri di Provinsi Kalimantan Barat dari 1 desa di tahun 2018 menjadi 214 desa ditahun 2020 dengan jumlah keseluruhan desa sebanyak 2.031 desa.

This study aims to determine how the leadership role of the Governor of West Kalimantan affects the synergy between SKPDs in the program to accelerate the improvement of the status of progress and village independence in West Kalimantan Province using a transformational leadership style approach. In this study, using a qualitative method with a case study approach. The research was carried out in West Kalimantan Province because in the last two years (2019-2020) it could increase the number of independent village status according to the RPJMD target over other provinces on the island of Kalimantan. The study population was the Village Building Index Task Force Team and the Program and Activity Synergy Team which focused on implementing accelerated programs to improve the status of progress and village independence. Meanwhile, the main focus is the leadership of the Governor of West Kalimantan, Mr. Sutarmidji. Data collection was carried out through observation, documentation study and interviews. The results of the study reveal that the leadership of the Governor of West Kalimantan is suitable in applying a transformational leadership style with the principles put forward by Rees (2001), namely leadership with the role of an innovator, motivator, facilitator and mobilizer. Through the transformational leadership role implemented by the Governor of West Kalimantan, it can encourage synergy between SKPDs in implementing programs for accelerating the improvement of status of progress and village independence. As evidenced by the increasing number of independent villages in West Kalimantan Province from 1 village in 2018 to 214 villages in 2020 with a total of 2,031 villages.

Kata Kunci : kepemimpinan, sinergitas, transformasional, desa mandiri / leadership, synergy, transformational, independent village

  1. S2-2021-450059-abstract.pdf  
  2. S2-2021-450059-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-450059-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-450059-title.pdf