Prevalensi Cedera Akibat Kecelakaan Lalu Lintas Sepeda Motor Pada Usia Produktif Dan Non Produktif Di Kabupaten Sleman Berdasarkan Data HDSS Sleman Tahun 2016-2019
ANISA MARIA ULFA, dr. Beta Ahlam Gizela, DFM, Sp.FM (K); dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D
2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERANCedera akibat kecelakaan lalu lintas adalah penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Menurut data Riskesdas (2018) proporsi cedera akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia sebesar 2,2% dari total seluruh kasus cedera dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah yang tertinggi ke-9 setelah Kalimantan Utara. Faktor manusia seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penggunaan helm, serta perilaku dalam berkendara adalah faktor risiko yang paling banyak menyebabkan kecelakaan lalu lintas sepeda motor. Tingginya angka korban cedera secara tidak langsung berdampak pada transisi demografi penduduk dan pada akhirnya mempengaruhi persentase rasio ketergantungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi cedera akibat kecelakaan lalu lintas sepeda motor pada usia produktif dan non produktif serta identifikasi faktor risiko keparahan cedera akibat kecelakaan lalu lintas sepeda motor di Kabupaten Sleman tahun 2016, 2017, dan 2019. Desain studi dalam penelitian ini adalah cross-sectional (potong lintang). Data yang digunakan adalah data HDSS Sleman tahun 2016, 2017, dan 2019. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh data kasus cedera akibat kecelakaan lalu lintas sepeda motor yang lengkap sesuai dengan variabel yang diteliti. Pada penelitian ini didapatkan prevalensi cedera akibat kecelakaan lalu lintas sepeda motor pada populasi survei HDSS tahun 2016, 2017, dan 2019 masing-masing sebesar 1,43% , 1,41% dan 1,04% serta pada usia non produktif tahun 2016, 2017, dan 2019 masing-masing sebesar sebesar 0,16%, 0,13% dan 0,16%. Hasil analisis statistik dalam penelitian ini menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan penggunaan helm standar terkancing bukanlah faktor risiko keparahan cedera akibat kecelakaan lalu lintas sepeda motor di Kabupaten Sleman tahun 2016, 2017, dan 2019.
Traffic accident injuries were major causes of death and disability in Indonesia. According to data from Riskesdas (2018) the proportion of injuries caused by traffic accident was 2.2% of the total injuries with Yogyakarta Special Region Province being 9th highest after North Kalimantan. Human factors such as age, gender, education, occupation, wearing a helmet, and driving behavior were the most important risk factors for motorcycle traffic accident. The high number of injured victims had an indirect impact on the demographic transition of the population and ultimately affects the percentage dependency ratio. This research was conducted to determine the prevalence of motorcycle traffic accident injuries at productive and non-productive ages and to identify risk factors for the severity of motorcycle accident injuries in Sleman District at 2016, 2017, and 2019. The research design in this study was cross-sectional. The data used ware Sleman HDSS data 2016, 2017, and 2019. The sample in this study included all complete data on cases of motorcycle traffic accident injuries in accordance with the variables studied. In this study, the prevalence of motorcycle traffic accidents injuries in HDSS survey population at 2016, 2017, and 2019 was 1.43%, 1.41%, and 1.04% and in non-productive age at 2016, 2017 and 2019 was 0.16%, 0.13% and 0.16%. The results of statistical analysis in this study show that age, gender, education level, type of work, and use of buttoned standard helmet were not risked factors for the severity of motorcycle traffic accident injuries in Sleman District at 2016, 2017, and 2019.
Kata Kunci : Prevalensi, Cedera, Kecelakaan Lalu Lintas, Faktor Risiko, dan Health Demographic Surveilence System (HDSS).