Laporkan Masalah

Recreational-Parks And Its Connector As A Green Infrastructure Network: Assessing The Walkability And The Impact To The Walking Activity In Yogyakarta City

LUCIA VINA WULANDARI, Dr. Eng. M. Sani Roychansyah S.T., M.Eng.

2021 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Saat ini, berjalan kaki merupakan kegiatan yang penting untuk ditingkatkan di wilayah perkotaan dalam menangani beberapa permasalahan seperti kemacetan lalu lintas dan penurunan kualitas lingkungan. Sebagai strategi meningkatkan kegiatan berjalan kaki, taman dan sarana rekreasi sering dilibatkan karena keduanya memiliki ciri ramah lingkungan dan berkaitan dengan aktivitas fisik. Penelitian ini mengeksplorasi walkability dari 18 jalur penghubung taman yang menghubungkan 9 taman rekreasi aktif di kota Yogyakarta, perilaku kunjungan ke taman dan perilaku berjalan kaki dari pengunjung taman melalui observasi lapangan dan analisis statistik (deskriptif, uji diferensiasi, analisis korelasi dan regresi). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa range skor walkability dari 18 konektor taman tersebut adalah 51,50 hingga 80,45 dari 100. Konektivitas, kenyamanan, keselamatan, keamanan, dan daya tarik adalah variabel yang terlibat dalam penilaian itu. Dibandingkan dengan variable yang lain, variabel kenyamanan mempunyai skor paling rendah. Hasil penilaian kuesioner menunjukkan bahwa sekitar 15% responden berjalan kaki ke taman. Namun yang lainnya lebih memilih menggunakan kendaraan. Faktor jarak ditempatkan sebagai alasan terbanyak yang dipilih oleh responden. Sekitar 50% responden mengunjungi taman setidaknya sekali seminggu. Lebih dari 30% responden mengunjungi taman untuk bersantai atau berolahraga. Membandingkan variabel di antara 9 taman dalam studi ini, hasilnya menunjukkan perbedaan yang signifikan pada preferensi berjalan kaki, jarak berjalan kaki dan frekuensi kunjungan ke taman. Temuan lain, hasil asosiasi antar variabel secara tidak langsung menggambarkan dampak keberadaan taman dan jalur penghubungnya terhadap aktivitas berjalan kaki. Pertama, frekuensi kunjungan ke taman berkorelasi signifikan dengan frekuensi berjalan kaki (p <0,01) dan berkorelasi negatif dengan durasi perjalanan dan jarak (p <0,01). Kedua, lama perjalanan dan jarak tempuh berkorelasi dengan preferensi berjalan kaki (p <0,01). Ketiga, lingkungan binaan (built environment) berpengaruh negatif terhadap frekuensi kunjungan taman. Semakin menarik lingkungan dibangun di sekitar jalur pedestrian, semakin rendah frekuensi kunjungan ke taman. Keempat, hasil penelitian menunjukkan pengaruh interaksi dari skor durasi vitalitas jalur pedestrian pada hubungan jarak tempuh dan lama perjalanan terhadap preferensi berjalan kaki.

Recently, walking is an essential activity to be promoted in urban area to handle several problems such as traffic congestion and environmental degradation. As a walking-promotion strategy, parks and recreational facilities often involved due to both of them have an environment-friendly characteristic and related to the physical activity. This study explored the walkability of 18 park-connectors that link 9 active-recreational parks in Yogyakarta city, the park visitation and walking behavior of visitors, through field observation and statistical analysis (descriptive, differentiation test, correlation and regression analysis). The observation results show that the range of walkability score of those 18 park-connectors is 51.50 to 80.45. Connectivity, convenience, safety, security, and attractiveness are variables involved in that assessment. Compare to other, convenience got the lowest score. Questionnaire assessment results show that around 15% of the respondents walked to the park. However, the others prefer to use vehicle. The distance factor placed as the highest number of reason that chosen by respondents. Around 50% of respondents visited the park at least once a week. More than 30% of respondents visited the park to relax or do the exercise. Comparing the variables between the parks in this study, the result shows the significantly differences on walking preference, distance, walking and park visitation frequency. The other findings, the association results between variables, indirectly illustrate the impact of the existence of parks and its connector on walking activity. First, the park visitation frequency significantly correlated with walking frequency (p<0.01) and correlated negatively by trip duration and distance (p<0.01). Second, trip duration and distance have correlation with walking preference (p<0.01). Third, the built-environment negatively influences the park visitation frequency. The more attractive built-environment surrounding the path, the less frequency to visit the park. Fourth, the result shows the interaction effect of vitality duration score to the association between trip distance and duration to the walking preference. The higher score of vitality duration score may decrease the effect of trip duration and distance to the walking preference.

Kata Kunci : park-connector, pedestrian infrastructure, park, walkability, walking.

  1. S2-2021-434632-abstract.pdf  
  2. S2-2021-434632-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-434632-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-434632-title.pdf