PENGARUH IMPLEMENTASI PSAK 71 KEPADA PERUSAHAAN PERBANKAN
HARVIANA AMBAR S, Sumiyana, Dr., M.Si,.Ak.,CA.,
2021 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)ABSTRAK PSAK merupakan pedoman akuntansi yang memuat pedoman untuk segala hal yang berkaitan dengan akuntansi dimana dalam penyusunannya PSAK melibatkan pakar di bidang akuntansi, antara lain oleh Dewan Standar Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI). Dewan Standar Akuntansi Keuangan , dalam rapatnya pada tanggal 26 Juli 2017, telah mengeluarkan 3 peraturan baru yang akan efektif pada tahun 2020. Peraturan-peraturan tersebut, antara lain PSAK 71 yang mengadopsi IFRS 9 tentang instrumen keuangan menggantikan PSAK 55 yang sebelumnya berlaku. Melalui adanya kewajiban baru ini, maka bank akan mengalami perubahan pada nilai CAR atau rasio kecukupan modal dan juga laba perbankan sehingga dapat menekan bottom line untuk laba/rugi bersih, karena emiten harus menghitung CKPN di masa yang akan datang untuk memperkirakan rugi. Industri perbankan merupakan salah satu industri yang memiliki pengaruh signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Metode analisis yang digunakan untuk mengolah hasil data adalah metode deskriptif: mengumpulkan, menyusun, dan menganalisis data untuk memperoleh gambaran atas rasio keuangan terkait penerapan PSAK 71 tentang cadangan kerugian penurunan nilai pada Bank Harda Internasional, Bank Sinarmas, Bank Tabungan Negara, dan Bank Mandiri pada tahun 2010-2019 dan Q3 2020. Hasil penelitian menunjukkan perubahan CKPN yang cukup signifikan pada perusahaan perbankan. PSAK 71 juga berpengaruh pada kenaikan nilai CAR dan laba.
ABSTRACT PSAK is an accounting guideline that contains guidelines for all matters relating to accounting in which the preparation of PSAK involves experts in the field of accounting, among others, by the Indonesian Financial Accounting Standards Board (DSAK IAI). The Indonesian Financial Accounting Standards Board , in its meeting on the date of 26 July,2017, has issued three new standards that will be effective in the year 2020. These standards include PSAK 71 adopting IFRS 9 on financial instruments replacing PSAK 55. Through these new standards, the bank will experience changes in CAR (capital adequacy ratio) value as well as banking profit so as to reduce the bottom line for net profit/loss, because the bank must calculate CKPN (Allowance for Impairment Losses) in the future to estimate losses. The Banking Industry is one of the industries that has a significant influence on the Indonesian economy. The Analysis method used to process data results is descriptive method: collecting, compiling, and analysing data to obtain an overview of financial ratios related to the application of PSAK 71 on impairment losses at Bank Harda Internasional, Bank Sinarmas, Bank Tabungan Negara, and Bank Mandiri in 2010- 2019 and Q3 2020. The results showed significant changes in CKPN on banking companies. PSAK 71 also influenced the increase in CAR value and profit.
Kata Kunci : PSAK 71, CKPN, CAR, Laba perusahaan