Laporkan Masalah

Hubungan Usia dengan Derajat Glioma pada Pasien Glioma di Indonesia

MARGARETHA CEMPAKA SWEETY, dr. Rusdy Ghazali Malueka, Ph.D, Sp.S; Dr. dr. Ahmad Asmedi, Sp.S(K)., M.Kes.; dr. Kusumo Dananjoyo, M.Sc., Sp.S(K).

2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang: Glioma merupakan bentuk tumor otak dan medulla spinalis yang paling sering ditemukan di Indonesia dengan angka harapan hidup yang cukup rendah, disebabkan tingginya frekuensi rekurensi dan resistensi terhadap terapi yang diberikan. Beberapa jenis glioma sering dikaitkan insidensinya pada distribusi usia tertentu. Pada studi yang telah dilakukan oleh Central Brain Tumor Registry of the United States pada tahun 2014, ditemukan bahwa astrositoma anaplastik (glioma derajat III) dan glioblastoma multiform (glioma derajat IV) sangat sering ditemukan pada pasien dengan rentang usia 75-84 tahun, sedangkan oligodendroglioma dan oligoastrositoma (glioma derajat II) sering terjadi pada pasien berusia 35-44 tahun. Usia dan derajat merupakan faktor penting yang mempengaruhi kesintasan dan pilihan terapi untuk pasien glioma. Namun hingga kini belum terdapat penelitian yang menunjukkan hubungan antara usia dengan derajat glioma pada pasien glioma di Indonesia. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara usia dengan derajat glioma pada pasien glioma di Indonesia. Metode Penelitian: Penelitian merupakan studi belah lintang. Data penelitian merupakan data sekunder yang didapatkan dari data pasien glioma di RSUP Dr. Sardjito dan rumah sakit jejaring pendidikan. Sejumlah 154 subjek yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diikutsertakan dalam penelitian. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa pasien berusia >=45 tahun memiliki proporsi penderita glioma derajat tinggi lebih tinggi dibandingkan dengan pasien berusia <45 tahun, dan hal tersebut signifikan secara statistik (p<0,001). Variabel lain yang dianalisis pada penelitian kami, yakni indeks proliferasi dan jenis kelamin juga menunjukkan hasil signifikan (p<0,05) dengan analisis bivariat. Analisis multivariat menunjukkan hanya variabel indeks proliferasi yang memiliki hubungan signifikan dengan derajat glioma(p<0.001). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan derajat glioma pada pasien glioma di Indonesia.

Background: Glioma is a form of brain and spinal cord tumor that is most often found in Indonesia with a fairly low life expectancy due to the high frequency of recurrences and resistance to given therapy. Several types of glioma are often associated with their incidence in a certain age distribution. In a study conducted by the Central Brain Tumor Registry of the United States in 2014, it was found that anaplastic astrocytoma (grade III glioma) and glioblastoma multiforme (grade IV glioma) were very often found in patients with an age range of 75-84 years, whereas oligodendroglioma and oligoastrocytoma (glioma grade II) are common in patients aged 35-44 years. Age and grade are important factors that influence the survival and treatment options for glioma patients. However, until now there have been no studies that show an association between age and the degree of glioma in glioma patients in Indonesia. Objective: to determine the relationship between age and the grading of glioma in glioma patients in Indonesia. Study Method: This research is a cross sectional study. This research uses a secondary data obtained from glioma patient registered at RSUP Dr. Sardjito and some educational network hospitals. A total of 154 subjects who had met the inclusion and exclusion criteria were included in the study. Result: The bivariate analysis showed that patients aged >=45 years had a higher proportion of patients with high-grade glioma than patients aged <45 years, and this was statistically significant (p <0.001). Other variables analyzed in our study, namely the proliferation index and sex, also showed significant results (p <0.05) with bivariate analysis. Multivariate analysis showed that only the proliferation index variable had a significant relationship with the grading of glioma (p <0.001). Conclusion: There is no significant relationship between age and grading of glioma in glioma patients in Indonesia.

Kata Kunci : glioma, derajat glioma, usia, tumor otak, Indonesia.

  1. S1-2021-412303-abstract.pdf  
  2. S1-2021-412303-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-412303-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-412303-title.pdf