Peran Keterlibatan Ayah dan Kesejahteraan Psikologis terhadap Konsep Diri Remaja Gen Z
HASRAT LISTARIA M, Tina Afiatin, Prof. Dr., M.Si., Psikolog
2021 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIKonsep diri remaja merupakan salah satu aspek penting yang dimiliki remaja untuk membentuk identitas diri dan perilaku yang dimiliki oleh remaja. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peran keterlibatan ayah dan kesejahteraan psikologis terhadap konsep diri remaja. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Konsep diri, Skala Keterlibatan Ayah, dan Skala Psychological Well-being yang telah dimodifikasi. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah 133 remaja yang tinggal bersama kedua orangtuanya sejak kecil hingga saat ini. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan Teknik analisis regresi linier berganda. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dan kesejahteraan psikologis memiliki peran terhadap konsep diri remaja (p < 0,05) dengan nilai R sebesar 0,808 dan nilai R2 sebesar 0,653. Besarnya sumbangan efektif dari kedua variabel independen adalah 65,3% dengan masing-masing 3,8% untuk variabel keterlibatan ayah dan 61,5% untuk variabel kesejahteraan psikologis.
Adolescent self-concept is one of the important aspect that adolescence have to form their identity and behavior. This study conducted with aim of knowing the role of father involvement and psychological well-being on adolescent self-concept. Instruments used in this study were modified Self-concept Scale, Fathers Involvemnt Scale, and Psychological Well-being scale. Participants involved in this study were 133 adolescents who lived with their parents since childhood until now. Hypothesis testing is carried out using multiple linear regression analysis techniques. The results obtained indicate that the father involvement and psychological well-being have a significant role in adolescent self-concept (p < 0,05) with total R value is 0,808 and R2 value is 0,653. The amount of effective contribution from the two independent variables is 65,3% with 3,8% from father involvement and 61,5% from psychological well-being, respectively.
Kata Kunci : konsep diri, keterlibatan ayah, kesejahteraan psikologis