Managemen of Depression at Gadjah Mada Medical Center (GMC) Yogyakarta in 2019
ZAHRA NABILA, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes; Dr. Tri Murini, M.Si, Apt
2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLATAR BELAKANG: Depresi dianggap sebagai penyakit paling umum di seluruh dunia. Depresi menyimpang dari perubahan suasana hati yang wajar dan respons emosional singkat terhadap masalah sehari-hari. Ini menyebabkan konsekuensi parah yang merusak pemahaman, perhatian, dan manajemen aktivitas sehari-hari. Gejala harus ada setidaknya selama paling tidak dua minggu untuk didiagnosis dengan depresi. Depresi mungkin akan menyerang kapan saja, rata- rata terjadi pertama kali pada akhir remaja hingga pertengahan 20-an. Wanita lebih mungkin mengalami depresi dibandingkan pria. Di Indonesia, diperkirakan ada 1,4 juta orang dengan tingkat 6% mengalami gangguan psikologis (atau emosional) dan mood pada tahun 2013. Depresi terjadi pada 5-10% pasien perawatan primer dan banyak pasien yang mengalami depresi dirawat dengan baik dan memadai. Selain itu, dokter perawatan primer memiliki peran penting dalam membantu orang-orang ini. TUJUAN: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Gadjah Mada Medical Center (GMC) menangani kasus depresi. Studi akan menggunakan data rekam medis dan wawancara dengan Psikolog antara Januari 2019 dan Desember 2019 di Gadjah Mada Medical Center (GMC). METODE: Penelitian deskriptif menggunakan rekam medis serta wawancara dengan psikolog terkait pasien terdiagnosis depresi di Gadjah Mada Medical Center (GMC) antara Januari dan Desember tahun 2019. Data yang digunakan dalam penelitian ini dianalisis dengan metode observasi deskriptif dan diolah secara statistik terkomputerisasi. HASIL: Studi yang dilakukan di Gadjah Mada Medical Center (GMC) memiliki dua pilihan mengenai administrasi pasien kasus kesehatan jiwa, dokter umum dan psikolog. Data primer juga diperoleh melalui wawancara mendalam dengan psikolog penanggung jawab bersama dengan data sekunder dari rekam medis. Ada 88 kasus yang dirawat di dokter umum dan jumlah pasien yang tidak teridentifikasi dirawat di psikolog dengan perempuan mencapai angka 52 dan laki-laki 31. Kasus depresi banyak dialami oleh mahasiswa. GMC tidak pernah meresepkan obat dan hanya berfokus pada terapi non-farmakologis. Kebanyakan pasien akan dirujuk ke layanan perawatan kesehatan yang lebih besar. Sejauh ini, GMC tidak memiliki Prosedur Operasional Standar untuk penanganan depresi. KESIMPULAN: Pasien penderita depresi yang ditangani oleh psikolog tidak terhitung jumlahnya. Kasus pada erempuan lebih banyak daripada laki-laki dan depresi banyak dialami oleh mahasiswa. Gadjah Mada Medical Center (GMC) tidak pernah meresepkan obat untuk pasien depresi dan hanya berfokus pada pengobatan psikologis saja. Gadjah Mada Medical Center (GMC) akan merujuk pasien yang didiagnosis depresi ke psikiater terutama ke Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM).
BACKGROUND: Depression is considered as most common disease throughout the world. Depression diverges from reasonable mood changes and brief emotional responses to day-to-day issues. It leads to severe consequences that impair the understanding, attention and management of daily activities. The symptoms must be present for at least two weeks minimum to be diagnosed with depression. Depression may be going to strike at any time, but on average it occurs first in late teens to mid-20s. Women are more likely than men to have depression. In Indonesia, there are estimated to be 1.4 million people with a rate of 6%, experiencing psychological (or emotional) and mood disorders in 2013. Depression occurs in 5-10% of primary care patients and many patients suffer from depression are treated properly and adequately. In addition, primary care physicians have such an important role to play in helping these people. OBJECTIVE: The purpose of this study is to determine how the Gadjah Mada Medical Center manages depression cases. A concise study uses evidence from patients with depression admitted between January 2019 and December 2019 at the Gadjah Mada Medical Center. METHOD: This is a descriptive study using medical records as well as interview with psychologist of diagnosed depression patients in Gadjah Mada Medical Center (GMC) between January and December of the year 2019. The data used in this study was analyzed with descriptive observational method and processed statistically computerized. RESULT: The study conducted and resulting in Gadjah Mada Medical Center (GMC) has two options regarding the administration of patients with mental health cases, general practitioner and psychologist. A primary data was also obtained through an in-depth interview with a psychologist in charge alongside the secondary data from medical records. There are 88 cases were admitted to general practitioner and unidentified numbers of patients admitted to psychologist with female reaching the number of 52 and male 31. They are all mainly students. GMC has never prescribed drugs and focuses only on non- pharmacological therapy. Most patients would be referred to bigger health care service. By far, GMC has no Standard Operational Procedure as for the management of depression. CONCLUSION: There are innumerable patients diagnosed with depression that were admitted and handled by psychologist. Female is higher than male and depression was experienced mainly by students. Gadjah Mada Medical Center (GMC) has never prescribed drugs for patients with depression andx focuses only on its psychological treatment. Gadjah Mada Medical Center (GMC) would refer patients diagnosed with depression to the psychiatrist mainly to Academic Hospital Universitas Gadjah Mada (RSA UGM).
Kata Kunci : Depression, Primary Health Care, Depresi, Layanan Kesehatan Primer