ANALISIS DAMPAK BANTUAN PANGAN NONTUNAI TERHADAP KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DI PROVINSI JAWA TENGAH
ERLINDA, Dr. Evi Noor Afifah, S.E., M.S.E.
2021 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanBantuan pangan di Indonesia terus bertransformasi, dari penyaluran manfaat secara langsung hingga transfer elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) yang manfaatnya diberikan dalam bentuk voucer elektronik terhadap ketahanan pangan rumah tangga di Provinsi Jawa Tengah. Provinsi tersebut mempunyai persentase penerima BPNT tertinggi di Indonesia pada tahun 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi-eksperimental berdasarkan data Susenas Maret 2019. Dampak BPNT diperkirakan menggunakan propensity score matching dengan algoritma nearest neighbor with replacement berupa average treatment on the treated (ATT). Penentuan ketahanan pangan menggunakan metode Jonsson dan Toole berdasarkan pangsa pengeluaran pangan dan konsumsi kalori. Penelitian ini menemukan bahwa BPNT berhasil meningkatkan probabilitas rumah tangga penerima BPNT untuk tahan pangan sebesar 0,257 dibanding rumah tangga yang tidak menerima BPNT. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa estimasi dampak BPNT pada penelitian ini tidak sensitif terhadap hidden bias. Hal menarik dalam penelitian ini yaitu sebagian besar penerima BPNT mempunyai kepala rumah tangga yang merokok. Aktivitas merokok berpengaruh signifikan terhadap kepesertaan BPNT. Exclusion error dan inclusion error juga masih ditemukan dalam penyaluran BPNT. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa BPNT berperan penting dalam peningkatan ketahanan pangan rumah tangga sehingga menjaga keberlanjutan program perlu dilakukan. Pemerintah perlu mempertimbangkan kriteria tidak merokok dalam kepesertaan BPNT agar peningkatan ketahanan pangan dan penanggulangan kemiskinan berjalan lebih efektif.
Food assistance continues to transform in Indonesia, from direct benefit distribution to electronic transfer. This study aims to analyze the impact of noncash food assistance called BPNT, which benefits are provided in the form of electronic vouchers on household food security in Central Java Province. The province had the highest percentage of BPNT recipients in Indonesia in 2019. This study used a quasi-eksperimental approach based on March 2019 Susenas data. The impact of BPNT was estimated using propensity score matching with nearest neighbor algorithm in the form of average treatment on the treated (ATT). The determination of food security used the Jonsson and Toole method, based on the share of food expenditure and calorie consumption. This study founds that BPNT succeeded in increasing probability of being food secure by 0,257. Sensitivity analysis indicated that the estimation of the impact is not sensitive to hidden bias. The interesting thing is most of the BPNT recipients have a head of household who smokes. Smoking activity has a significant effect on the BPNT assignment. Exclusion and inclusion errors are also still found in the distribution of BPNT. The BPNT plays an important role in increasing food security so maintaining the continuity of the program needs to be done. The government needs to consider the criteria of not smoking in the BPNT assignment in order to increase food security and reduce poverty to be more effective.
Kata Kunci : Bantuan Pangan Nontunai, ketahanan pangan rumah tangga, Jonsson dan Toole, propensity score matching