Kesiapsiagaan Rumah Tangga terhadap Bencana Banjir di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun
MIFTAHUL HANIFAH F, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc.
2021 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKabupaten Madiun sebagai salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur merupakan wilayah yang rawan bencana banjir. Pada kejadian bencana banjir tahun 2019, Kabupaten Madiun menjadi kabupaten yang mengalami kejadian bencana banjir yang paling parah selama 30 tahun terakhir. Salah satu kecamatan di Kabupaten Madiun dengan jumlah KK yang terdampak bencana banjir paling banyak adalah Kecamatan Balerejo. Sehingga dilakukan pengukuran terhadap tingkat kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi bencana banjir. Upaya kesiapsiagaan rumah tangga merupakan salah satu tindakan pencegahan yang dapat dilakukan rumah tangga dalam menghadapi ancaman banjir untuk meminimalisir dampak apabila dilakukan secara tepat dan efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesiapsiagaan rumah tangga terhadap bencana banjir di Kecamatan Balerejo, Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei serta analisis statistik. Teknik pengambilan data dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden di Desa Babadan Lor dan Desa Jerukgulung. Parameter yang digunakan untuk mengukur kesiapsiagaan yaitu pengetahuan dan sikap terhadap bencana, rencana kesiapsiagaan keluarga, sistem peringatan bencana, dan kemampuan memobilisasi sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 45,28% rumah tangga di Desa Babadan Lor dan 36,17% rumah tangga di Desa Jerukgulung termasuk "Sangat Siap" dalam menghadapi bencana banjir. Hasil regresi linier berganda faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kesiapsiagaan rumah tangga adalah lokasi rumah berdasarkan jarak rumah terhadap sungai dan efikasi tanggung jawab. Pentingnya meningkatkan rasa tanggung jawab melalui pendidikan kesiapsiagaan terutama kepada rumah tangga di dekat sungai agar dapat meningkatkan kesiapsiagaan banjir.
Madiun Regency, as one of the regencies located in East Java Province, is a flood-prone area. In the flood disaster in 2019, Madiun Regency was the district that experienced the worst flood disaster in the last 30 years. One of the sub-districts in Madiun Regency with the highest number of families affected by the flood is Balerejo District. So that measurement are made of the level of household preparedness in facing flood disasters. Household preparedness efforts are one of the preventive measures that households can take in facing the threat of flooding to minimize the impact if it is carried out appropriately and effectively. This study aimed to determine the level of preparedness and the factors that affect the level of household preparedness against floods in Balerejo District, Madiun. The research method used is a survey method and statistical analysis. The data collection technique used a questionnaire that was distributed to respondents in Babadan Lor and Jerukgulung Village. The parameters used to measure preparedness are knowledge and attitudes towards disasters, family preparedness plans, disaster warning systems, and the ability to mobilize resources. The results showed that 45.28% of households in Babadan Lor Village and 36.17% of households in Jerukgulung Village were categorized as "Very Ready" in flood preparedness. The results of multiple linear regression, the factors that significantly influence household preparedness, are the house's location based on the distance from the house to the river and the responsibility efficacy. The importance of increasing a sense of responsibility through preparedness education, especially for households near rivers, to improves flood preparedness.
Kata Kunci : Kesiapsiagaan, Rumah Tangga, Bencana, Banjir