Laporkan Masalah

Perilaku Kepemimpinan Perempuan pada Organisasi Birokrasi (Studi pada Pemerintah Darah Kabupaten Sleman)

NADIMA TANJUNG, Dr. Agus Heruanto Hadna, M.Si, Dr. Evita Hanie Pangaribowo, M.A

2021 | Tesis | MAGISTER KEPEMIMPINAN DAN INOVASI KEBIJAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan perilaku kepemimpinan perempuan pada organisasi birokrasi serta bagaimana karakter budaya organisasi birokrasi dan identitas kepemimpinan mempengaruhi perilaku kepemimpinan perempuan sehingga dapat memberikan rekomendasi atas kebijakan penempatan Aparatur Sipil Negara dalam jabatan struktural . Subyek penelitian ini adalah Aparatur Sipil Negara yang menduduki jabatan struktural eselon II, III, dan IV pada Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman yang berjumlah 738 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui sensus dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perilaku kepemimpinan dari pejabat struktural di Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman baik laki-laki dan perempuan lebih banyak berperilaku kepemimpianan berorientasi hubungan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa ada pengaruh karakter budaya organisasi birokrasi terhadap perilaku kepemimpinan. Hal ini didukung oleh budaya paternalisme, kesatuan komando, stabilitas yang muncul dari penghindaran konflik, dan bersifat memaksa. Sedangkan hasil analisis regresi juga menunjukkan tidak ada pengaruh identitas pemimpin terhadap perilaku kepemimpinan. Hal ini disebabkan peluang yang lebar untuk menduduki jabatan struktural bagi PNS laki-laki dan perempuan serta sifat pekerjaan yang banyak menggunakan kemampuan berpikir, bukan kemampuan fisik. Dalam kebijakan penempatan pegawai dalam jabatan struktural untuk pertama kalinya, agar pegawai yang memenuhi ketentuan dapat mengajukan dirinya secara langsung untuk dapat menjadi pejabat struktural. Mekanisme ini diharapkan mampu membentuk pemimpin yang fokus pada tujuan dan target serta mampu menciptakan lingkungan kerja yang nyaman. Mekanisme ini juga mampu menciptakan iklim kerja kompetitif. Penggunaan teknologi dan informasi yang lebih ditingkatkan dalam pengelolaan arsip dan administrasi persuratan sehingga pelayanan dapat terukur dan efisien.

The purpose of this study is to identify and describe women's leadership behavior in bureaucratic organizations and how the cultural character of bureaucratic organizations and leader���¢�¯�¿�½�¯�¿�½s identity affects women's leadership behavior so that they can provide recommendations on policies for placing Civil Servants in structural positions. The subjects of this study were 738 Civil Servants who held structural positions in echelon II, III, and IV in the Government of Sleman Regency. Data collection was carried out through censuses and interview. The results showed that the leadership behavior of structural officials in the Regional Government of Sleman Regency, both male and female, had more relationship-oriented leadership behavior. The results of the regression analysis show that there is an influence of the cultural character of the bureaucratic organization on leadership behavior. Meanwhile, the results of the regression analysis also showed that there was no effect of the identity of the leader on leadership behavior. In the policy of placing employees in structural positions for the first time, employees who meet the requirements can apply themselves directly to become structural officers. This mechanism is expected to be able to form leaders who focus on goals and targets and are able to create a comfortable work environment. This mechanism is also able to create a competitive work climate. The use of technology and information is further improved in the management of records and administration of correspondence so that services can be measured and efficient.

Kata Kunci : Perilaku Kepemimpinan, Perempuan, Birokrasi

  1. S2-2021-450056-abstract.pdf  
  2. S2-2021-450056-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-450056-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-450056-title.pdf