Identifikasi Komponen Pembentuk Pecinan di Pangkalpinang
MISHBAH FIAL-KAHFI, Dr. Mimi Savitri, M.A.
2021 | Skripsi | S1 ARKEOLOGIAwal masuknya Cina ke Pulau Bangka untuk berdagang dan menambang timah telah mengakibatkan munculnya permukiman orang-orang Cina yang disebut dengan Pecinan di Pangkalpinang pada abad ke-18 Masehi. Pecinan di Pangkalpinang terdiri dari beberapa komponen yaitu Kelenteng Kwan Tie Miau, Perkuburan Sentosa, Gereja Santo Yosef dan rumah-rumah toko dengan arsitektur Tionghoa. Masalah yang diajukan pada penelitian ini adalah: bagaimana identifikasi komponen pembentuk Pecinan di Pangkalpinang? Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui identifikasi masing-masing komponen pembentuk Pecinan di Pangkalpinang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan arkeologi lansekap. Hasil dari penelitian ini berupa identifikasi seluruh komponen pembentuk Pecinan serta faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya Pecinan di Pangkalpinang. Faktor-faktor tersebut adalah: politik pemukiman Belanda, tambang timah dan kebudayaan orang-orang Cina.
The initial entry of Chineese to Bangka Island for trade and mining tin resulted in the existence of a Chinatown in Pangkalpinang. The Chinatown in Pangkalpinang was formed since 18th AD century. The component of Chinatown in Pangkalpinang consist by Kwan Tie Miau Temple, Sentosa cemetery, Saint. Joseph, Cathedral and house with Chinese architecture. This research aims to identify the components of Chinatown in Pangkalpinang. The problem inside this research is: How to identify the components formers of Chinatown in Pangkalpinang?. The research used archaeological landscape approach. The results of the research is identification all components formers of chinatown in Pangkalpinang and the background factor to establish the Chinatown. They are political settlement factor issued by Dutch, mining tin and the culture of Chinese people.
Kata Kunci : Pecinan di Pangkalpinang, peninggalan arkeologis, pertambangan timah, kebudayaan Cina