PENGARUH PEMBERIAN NAUNGAN DAN BIOCHAR BAMBU TERHADAP KANDUNGAN KUERSETIN TANAMAN SAMBUNG NYAWA PADA TANAH INCEPTISOL BANGUNTAPAN, BANTUL
ANGGA PRASETYA, Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, M.Sc.; Dr. Ir. Eko Hanudin, M.S.
2021 | Tesis | MAGISTER ILMU TANAHPenggunaan obat tradisional sudah lama digunakan oleh kalangan masyarakat baik di negara maju maupun negara berkembang. Salah satu tanaman herbal yang biasa digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat adalah tanaman sambung nyawa. Tanaman sambung nyawa adalah salah satu jenis tanaman yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengobati berbagai macam penyakit dengan kandungan flavonoid yang dimiliki. Salah satu flavonoid yang dihasilkan oleh sambung nyawa adalah kuersetin. Untuk meningkatkan kuersetin sambung nyawa perlu dilakukan treatment seperti pemberian naungan dan meningkatkan unsur hara nitrogen dengan pemberian biochar serta pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian biochar, naungan dan pupuk untuk pertumbuhan serta kandungan kuersetin tanaman sambung nyawa. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktorial. Faktor pertama yaitu pemberian dosis biochar dengan 4 taraf dosis yaitu B0 (tanpa biochar), B10 (Biochar 10 ton/ha), B15 (Biochar 15 ton/ha) dan B20 (Biochar 20 ton/ha) dan faktor kedua yaitu naungan dengan 3 taraf perlakuan yakni I0 (Tanpa Naungan), I50 (Naungan 50%) serta I70 (Naungan 70%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan penambahan Biochar 15 ton/ha dengan Naungan 70% meningkatkan kandungan kuersetin sebesar 0,51%
Traditional medicines have been used in both developed and developing countries for a long time. One of which is longevity spinach. Longevity spinach plants are one type of plant that is used by the community to treat various diseases with their flavonoid content. This plant produces various flavonoids, such as quercetin, which can be optimized by providing shade and increasing nitrogen nutrients by giving biochar and fertilizing. This study aimed to determine the effects of biochar, shade, and fertilizer on the growth and quercetin content of longevity spinach plants. This research was arranged in a randomized complete block design (RCBD) with two factors. The first factor was the administration of biochar at four doses, consisting of B0 (without biochar), B10 (Biochar 10 tons/ha), B15 (Biochar 15 tons/ha), and B20 (Biochar 20 tons/ha). Meanwhile, the second factor was the intensity of the shade with three levels of treatment, namely I0 (100%), I50 (50%), and I70 (70%). The results showed that the addition of 15 ton/ha of biochar with 70% shade increased the quercetin content by 0.51%.
Kata Kunci : shade, biochar, longevity spinach, quercetin, Inceptisol