PENAMAAN OBJEK WISATA DI WILAYAH KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT
DIDIT ADITYA, Dr. Tatang Hariri, M.A.
2021 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKKabupaten Kuningan terletak di ujung timur Provinsi Jawa Barat, tepatnya berada di kaki Gunung Ciremai yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat. Secara geografis letak Kabupaten Kuningan sangat strategis karena berada di perbatasan antara dua provinsi yaitu provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Keindahan panorama pegunungan, keunikan seni dan budayanya sebagai daya tarik bagi para wisatawan. Didukung dengan akses yang mudah serta infrastruktur yang memadai, Kabupaten Kuningan menjadi daerah tujuan wisata yang cukup menarik. Dengan keindahan alam pegunungan dan keunikan seni budaya sebagai potensi wisata, pemerintah Kabupaten Kuningan terus berupaya melakukan promosi melalui berbagai media. Pada sektor wisata Kuningan merupakan salah satu wilayah yang memiliki banyak potensi alam Di wilayah ini terdapat banyak objek wisata dengan pusatnya Gunung Ciremai sebagai salah satu Taman Nasional, pemandian air panas, wisata budaya, wisata sejarah, wisata religi, dan lain-lain. Penamaan objek wisata merupakan salah satu hal terpenting yang tidak bisa dilewatkan begitu saja, nama yang menarik bahkan unik merupakan salah satu faktor yang akan membuat wisatawan penasaran dan tertarik untuk berkunjung. Objek penelitian yang digunakan adalah nama-nama objek wisata yang ada di wilayah Kabupaten Kuningan dengan analisis yang digunakan adalah etnolinguistik untuk mengungkap asal usul dan latar belakang penamaan objek wisata di Kabupaten Kuningan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk satuan kebahasaan dalam penamaan, proses penamaan dan dinamika nama-nama objek wisata di wilayah Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kualitatif melalui observasi dan wawancara yang mendalam kepada beberapa informan dan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk nama-nama objek wisata di Kabupaten Kuningan mempunyai bentuk kebahasaan tersendiri, yang meliputi Bahasa Sunda, Bahasa Indonesia, dan beberapa menggunakan bahasa Inggris. Nama-nama objek wisata juga dipengaruhi oleh tiga aspek dalam penamaan, yaitu: aspek perwujudan, aspek kemasyarakatan dan aspek kebudayaan. Makna yang terkandung dalam nama-nama objek wisata di wilayah Kabupaten Kuningan lebih banyak dikarenakan unsur kebudayaan. Terdapat dinamika nama-nama objek wisata di Kabupaten Kuningan dengan tujuan untuk menarik wisatawan.
Kuningan Regency is located at the eastern tip of West Java province, precisely at the foot of Mount Ciremai which is the highest mountain in West Java. Geographically, Kuningan Regency is very strategic because it is on the border between two provinces, namely West Java and Central Java. The panoramic beauty of the mountains, the uniqueness of its arts and culture as an attraction for tourists. Supported by easy access and adequate infrastructure, Kuningan Regency is a quite attractive tourist destination. With the natural beauty of the mountains and the uniqueness of cultural arts as tourism potential, the Kuningan Regency government continues to make efforts to promote through various media. In the tourism sector, Kuningan is an area tha has a lot of natural potential. In this area there are many tourist objects with Mount Ciremai as the center as one of the National Parks, hot springs, cultural tourism, historical tourism, religious tourism and others. Naming a tourist attraction is one of the most important things that cannot be overlooked, an interesting and even unique name is one of the factors that will make tourists curious and interested in visiting. The research object used is the names of tourist objects in the Kuningan Regency area. The analysis used is ethnolinguistic to reveal the origin and background of naming tourist objects in Kuningan Regency. This study aims to describe the form of linguistic units in naming, the naming process and the dynamics of the names of tourist objects in Kuningan Regency, West Java. The data collection method used is a qualitative method through observation and in-depth interviews with several informants and research objects. The results showed that the forms of tourist attraction names in Kuningan Regency have their own language forms, which include Sundanese, Indonesian, and some use English. The names of tourist objects are also influenced by three aspects in naming, namely: manifestation aspects, social aspects, and cultural aspects. The meaning contained in the names of tourist objects in the Kuningan Regency area is more due to cultural elements. There are dynamics in the names of tourist objects in Kuningan Regency with the aim of attracting tourists.
Kata Kunci : penamaan, objek wisata, Sunda, budaya.