PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN EKOWISATA HUTAN MANGROVE JEMBATAN API-API DI KABUPATEN KULON PROGO
RIZKI AKBAR RAMBE, Bowo Dwi Siswoko, S. Hut., M.A.
2021 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTANHutan mangrove merupakan sekumpulan pohon-pohon yang tumbuh di daerah pesisir pantai, tepi sungai, dan muara sungai. Hutan mangrove telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai hal salah satunya adalah menjadi objek ekowisata yang dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Salah satu hutan mangrove yang telah dimanfaatkan menjadi ekowisata adalah hutan mangrove di Desa Jangkaran, Kec. Temon, Kab. Kulon Progo, DIY yang bernama Hutan Mangrove Jembatan Api-api. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengelolaan hutan mangrove Jembatan Api-api, mengidentifikasi persepsi masyarakat sekitar terhadap hutan mangrove, dan mengidentifikasi partisipasi masyarakat sekitar dalam pengelolaan hutan mangrove. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus s.d September 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Pada penelitian ini sampel berasal dari populasi masyarakat yang berada di sekitar Hutan Mangrove Jembatan Api-api yang meliputi 2 dusun, yaitu Dusun Pasir Mendit dan Dusun Pasir Kadilango. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kegiatan pengelolaan Hutan Mangrove Jembatan Api-api meliputi penanaman, pemeliharaan, perlindungan terhadap tanaman mangrove dan pembuatan spot-spot foto. Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan Hutan Mangove Jembatan Api-api adalah masyarakat beranggapan bahwa hutan mangrove memiliki peran penting terhadap kehidupan, dapat menahan abrasi angin laut dan menahan erosi serta hutan mangrove dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Sedangkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove yaitu melakukan penggalangan dana untuk pembangunan ekowisata, melakukan kegiatan perencanaan untuk mengelola hutan mangrove menjadi objek wisata serta ikut dalam kegiatan perlindungan, dan pemeliharaan tanaman mangrove.
Mangrove forests are a collection of trees that grow in coastal areas, river banks and river estuaries. Mangrove forests have been used by the community for various things, one of which is to become an object of ecotourism which can improve the economy and welfare of the surrounding community. One of the mangrove forests that has been used for ecotourism is a mangrove forest in Jangkaran Village, Kec. Temon, Kab. Kulon Progo, DIY which is named the Jembatan Api-api Mangrove Forest. The purpose of this study was to identify the management of the Jembatan Api-api Mangrove Forest, identify the perceptions of the surrounding community towards mangrove forests, and identify the participation of local communities in mangrove forest management. This research was conducted from August to September 2020. The method used in this study was a survey. In this study, the sample came from the population of the community around the Jembatan Api-api Mangrove Forest which includes 2 hamlets, namely Dusun Pasir Mendit and Dusun Pasir Kadilango. Based on the research results, it is known that the management activities of the Jembatan Api-api Mangrove Forest include planting, maintaining, protecting mangrove plants and making photo spots. The public perception of the management of the Jembatan Api-Api Mangove Forest is that people think that mangrove forests have an important role in life, can withstand sea breeze abrasion and resist erosion and mangrove forests can improve the economy of the surrounding community. Meanwhile, community participation in mangrove forest management is to raise funds for ecotourism development, carry out planning activities to manage mangrove forests into tourist objects and participate in activities to protect and maintain mangrove plants.
Kata Kunci : Persepsi, partisipasi, masyarakat, hutan mangrove.