Tingkat Partisipasi Pemuda Perkotaan dalam Mengikuti Kegiatan Karang Taruna Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen
Narita Dea Saraswati, Drs. Suharman, M.Si
2021 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIPartisipasi pemuda sering diartikan dalam keikutsertaan dan kesamaan dalam suatu kegiatan baik secara langsung maupun tidak langsung. Partisipasi secara langsung ikut berperan atau terlibat di dalam kegiatan yang dilaksanakan. Partisipasi pemuda dalam Karang Taruna di kota sebagai wujud keikutsertaan peran pemuda dalam kegiatan Karang Taruna. Peneliti berusaha memahami dan melihat mengapa Karang Taruna di Kelurahan Sosromenduran masih tetap eksis sampai sekarang dan bagaimana bentuk partisipasi pemuda dalam mempertahankan keeksistensiannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan dan menganalisa mengenai partisipasi yang dilakukan pemuda kota dalam mengikuti organisasi Karang Taruna. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sebagai intrumen pertama dan instrument pendukung berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, serta data sekunder. Untuk menjelaskan partisipasi pemuda dalam organisasi Karang Taruna dalam penelitian ini penulis menggunakan tingkat partisipasi pemuda menurut teori Sherry Arstein. Hasil penelitian ini pada akhirnya dapat mengungkap mengenai strategi yang digunakan dalam mempertahankan organisasi Karang Taruna serta partisipasi pemuda dalam pengelolaan program menggunakan tiga tahap partisipasi, yaitu partisipasi dalam perencanaan; partisipasi dalam pelaksanaan dan partisipasi dalam pemanfaatan.
Youth participation is often defined as participation and equality in an activity either directly or indirectly. Participation directly plays a role or is involved in the activities carried out. Youth participation in the Karang Taruna organization in the city is a form of participation in the role of youth in Karang Taruna activities. Researchers try to understand and see why the Karang Taruna organization in Sosromenduran Village still exists today and what forms of youth participation in maintaining its existence. This study uses qualitative research methods to describe and analyze the participation of urban youth in participating in the Karang Taruna organization. The instrument used in this study was the researcher as the first instrument and the supporting instrument in the form of observation guidelines, interview guidelines, and secondary data. To explain youth participation in the Karang Taruna organization in this study the author uses the level of youth participation according to the theory of Sherry Arstein. The results of this study can finally reveal the strategies used in maintaining the Karang Taruna organization and youth participation in program management using three stages of participation, namely participation in planning; participation in implementation and participation in utilization.
Kata Kunci : Partisipasi, Pemuda, Organisasi Kepemudaan, Karang Taruna, Participation, Youth, Youth Organization