DINAMIKA PELAKSANAAN PROGRAM PUSAT PEMBELAJARAN KELUARGA (PUSPAGA) DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN LEMBAGA DI KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
RIZQY ANITA PUTRI, Danang Arif Darmawan, S.Sos., M.Si.
2021 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANBerbagai upaya telah dilakukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan hak asasi manusia di Indonesia. Terbentuknya Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) merupakan amanat pasal 1 (1) UU No. 3 Tahun 2014 perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagai syarat terbentuknya Kota/ Kabupaten Layak Anak pada kluster ke II. Pendirian PUSPAGA merupakan pondasi penting dalam usaha memenuhi kebutuhan hak asasi anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dinamika pelaksanaan program PUSPAGA dalam Perspektif Pembangunan Lembaga sebagai upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak Sleman, DIY. Dalam proses analisis data menggunakan Perspektif Pembangunan Lembaga yang dikembangkan oleh Milton Jesman, Saul M Katz, Norman T. Uphoff. Kolaborasi teori ketiga tokoh tersebut memaknai bahwa sebuah lembaga akan mengalami perubahan-perubahan atau dinamika yang diupayakan sesuai dengan arah pembangunan lembaga itu sendiri, baik yang terjadi di lingkungan internal maupun eksternal lembaga. Perubahan-perubahan tersebut merupakan upaya untuk tetap beradaptasi seiring berjalannya waktu dan usaha mencapai arah pembangunan lembaga. Penelitian dilakukan di kantor PUSPAGA Sleman yang beralamtkan di Jalan Roro Jonggrang No 4, Sleman, DIY. Desain penelitian yang dipilih adalah analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Triangulasi informasi dari data informan dipilih untuk melakukan uji keabsahan data. Hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa perspektif pembangunan lembaga sesuai dengan dinamika yang dialami PUSPAGA Sleman baik dari segi internal maupun eksternal. Pada bidang internal, PUSPAGA Sleman mengalami dinamika meliputi: kepemimpinan, program, sumber daya, dan strukur internal. Sedangkan pada aspek eksternal terjadi pula dinamika pada kaitannya bersama lembaga lain, dimana ikatan tersebut bersifat memungkinkan, fungsional, dan tersebar. Tantangan yang dialami PUSPAGA Sleman saat ini adalah belum adanya nomenklatur dan struktur sumber daya manusia PUSPAGA yang terpisah dari Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sleman. Hal tersebut berpengaruh pada sistem penggajian konselor. Konselor PUSPAGA saat ini berstatus sebagai tenaga Pegawai Harian Lepas (PHL) menempati formasi Analisis Jabatan yang ada di Bidang Pemberdayaan Perempuan (PP) dan Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak (PPHA) sebagai penyuluh. Selain itu berpenagruh pada stuktur PUSPAGA yang tidak memiliki ketua secara resmi terlepas dari Dinas P3AP2KB.
Various efforts have been made in order to fulfill human rights needs in Indonesia. The establishment of the Family Learning Center (of PUSPAGA) was a mandate of 1 (1) UU No. 3/ Tahun 2014 amendment of UU No 23 Tahun/ 2002 concerning Child Protection, as a condition for the establishment of a Child-Friendly District (Kota/ Kabupaten Layak Anak) in the second cluster. The establishment of PUSPAGA is an important foundation to fulfill the human rights needs of children. The research objective was to determine the dynamics of the PUSPAGA implementation from an Institutional Development Perspective to realize a Child-Friendly Regency in Sleman, DIY. In the process of data analysis, the researcher using the Institutional Development Perspective developed by Milton Jesman, Saul M Katz, and Norman T. Uphoff Jesman, Uphoff, and Katz. The theoretical collaboration implies that the institution's dynamics will changes that are pursued following the direction of the institution's development, whether that occurs within the institution's internal or external environment. These changes are an attempt to adapt over time and efforts to achieve the direction of institutional development. The study is conducted at the PUSPAGA Sleman office, located at Jalan Roro Jonggrang No 4, Sleman, DIY. The study design used a qualitative descriptive analysis. Data collection is done by observation, interviews, literature study, and documentation. Triangulation of data from informants was selected used to test the validity of data. This study found that the perspective of institutional development is following the dynamics experienced by PUSPAGA Sleman both internally and externally. PUSPAGA Sleman deals with dynamics in the internal field, such as including leadership dynamics, programs, resources, and internal structure. Meanwhile, in terms of external relations, PUSPAGA Sleman has dynamics in possible, functional, and dispersed relationships. The challenge faced by PUSPAGA Sleman at this time is the fact that there is no nomenclature and human resource structure of PUSPAGA, which is separate from the Office of Women Empowerment and Child Protection, Population Control and Family Planning (P3AP2KB) SlemanP3AP2KB Office. This affects the counselor's payroll system. PUSPAGA counselors currently have the status of Freelance Daily Employees (PHL) occupying the Position Analysis formations in the Field of Women's Empowerment (PP) and Protection and Fulfillment of Children's Rights (PPHA) PUSPAGA counselors currently have the status of PHL staff, occupying the Position Analysis formation in the PP and PPHA fields as extension agents. Also, it adheres to the structure of PUSPAGA, which does not have an official chairman apart from the P3AP2KB Office.
Kata Kunci : Pembangunan Lembaga, Kebijakan Sosial, Kota/ Kabupaten Layak Anak, PUSPAGA