Laporkan Masalah

Gerakan Konservasi Mangrove: Studi pada Kumpulan Pemuda Pemudi Baros (KP2B) di Dusun Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul

AISYA SUGHMA ADYATI, Dr. Suharko, S.Sos., M.Si.

2021 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Gerakan konservasi mangrove banyak dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Gerakan konservasi mangrove yang menjadi objek penelitian ini terletak di Dusun Baros, Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DIY. Gerakan ini menjadi perhatian karena dilakukan oleh pemuda yang notabene banyak mendapat pengaruh modernisasi dan bersifat individualis di zaman ini. Namun, dalam gerakan ini, pemuda secara bersama-sama justru menjadi aktor utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang gerakan konservasi mangrove yang dilakukan oleh pemuda Dusun Baros yang tergabung dalam organisasi Kumpulan Pemuda Pemudi Baros (KP2B). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui latar kemunculan dan strategi gerakan konservasi mangrove tersebut. Penelitian ini juga menganalisis dengan menggunakan konsep Gerakan Sosial Baru (GSB) sebagai alat analisisnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan ini diinisiasi oleh LSM Relung dan dilanjutkan hingga kini oleh Kumpulan Pemuda Pemudi Baros (KP2B). Organisasi pemuda dusun melakukan transformasi menjadi organisasi yang tidak hanya fokus terhadap kemasyarakatan tetapi juga lingkungan. Organisasi ini kemudian melakukan strategi-strategi terkait gerakan konservasi mangrove di wilayahnya. Melakukan perluasan jaringan dengan menjalin kemitraan atau kerjasama dengan berbagai pihak merupakan salah satu strateginya. Gerakan ini menjadi salah satu contoh bentuk gerakan lingkungan yang merupakan bagian dari Gerakan Sosial Baru (GSB) karena memiliki karakteristik yang sesuai.

The mangrove conservation movement is widely carried out in various regions in Indonesia. The mangrove conservation movement which is the object of this research is located in Baros Hamlet, Tirtohargo Village, Kretek District, Bantul Regency, DIY. This movement is of concern because it is carried out by youth who, in fact, got a lot of modernization and individualist influences in this era. However, in this movement, the youth together become the main actors. This study aims to provide an overview of the mangrove conservation movement carried out by the youth of Baros Hamlet who are members of the Kumpulan Pemuda Pemudi Baros (KP2B) organization. This research was conducted to determine the background of the emergence and strategy of the mangrove conservation movement. This study also analyzes using the concept of the New Social Movement (GSB) as an analytical tool. This study used a qualitative descriptive method with data collection methods such as observation, interviews, and secondary data. The results of this study indicate that this movement was initiated by Relung non-governmental organization and continued until now by Kumpulan Pemuda Pemudi Baros (KP2B). The hamlet youth organization carried out a transformation into an organization that not only focused on society but also the environment. This organization then carries out strategies related to the mangrove conservation movement in its area. Extending the network by establishing partnerships or cooperation with various parties is one of the strategies. This movement is an example of an environmental movement that is part of the New Social Movement (GSB) because it has the appropriate characteristics.

Kata Kunci : Gerakan Lingkungan, Organisasi Pemuda, Mangrove

  1. S1-2021-347896-abstract.pdf  
  2. S1-2021-347896-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-347896-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-347896-title.pdf