Strategi Komisi Pemilihan Umum Kota Yogyakarta untuk Meningkatkan Partisipasi Politik Pemilih Pemula dalam Pemilu
REYHANIDA VIANDA ADELIAPUTRI, RB. Abdul Gaffar Karim, Dr., S.I.P., M.A.
2021 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHANPenelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana strategi yang dilakukan oleh KPU Kota Yogyakarta terhadap pemilih pemula untuk meningkatkan partisipasi politik dalam pemilu selanjutnya. Pemilh pemula merupakan pemilih yang menginjak usia 17-21 tahun dan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kalinya. Pemilih pemula mencapai 80 juta dari 185 juta pemilih dalam pemilu 2019. Dengan besarnya angka pemilih pemula tersebut menunjukkan bahwa pemilih pemula mempunyai peran yang penting untuk menentukan masa depan Indonesia. Maka perlu adanya perhatian khusus dari KPU untuk memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula. Dalam lingkup Kota Yogyakarta, masih kurangnya peran KPU dalam sosialisasi untuk memberikan informasi kepada pemilih pemula, dan Kota Yogyakarta masih mempunyai tingkat kerawanan pemilu yang tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Penulis menggunakan analisa SWOT untuk mengetahui bagaimana strategi yang dapat digunakan oleh KPU Kota Yogyakarta untuk meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula di Kota Yogyakarta. Dari hasil analisa penulis, ditemukan berbagai strategi yang dapat digunakan oleh KPU Kota Yogyakarta yaitu dengan memaksimalkan kemajuan teknologi, mengadakan kegiatan sosialisasi politik yang efektif, monitoring dan evaluasi, dan bekerjasama dengan lembaga dan organisasi terkait.
This research was conducted to find out how the strategy that can be used by KPU of Yogyakarta City towards beginner voters to increase political participation in the next election. Beginner voters are voters in the 17-21 age range and use their voting rights for the first time. Beginner voters reached 80 million out of 185 million voters in the 2019 elections. The large number of beginner voters shows that beginner voters have an important role in determining Indonesia's future. So there needs to be special attention from KPU to provide political education to beginner voters. Within the scope of Yogyakarta City, the KPU still lacks a role in socialization to provide information to beginner voters, and Yogyakarta City still has a high level of election vulnerability. The method used in this research is qualitative research methods by conducting interviews and documentation as data collection techniques. The author uses a SWOT analysis to find out how strategies can be used by the KPU of Yogyakarta City to increase the political participation of first-time voters in Yogyakarta City. From the results of the author's analysis, it is found that various strategies can be used by the KPU of Yogyakarta City, namely by maximizing the technological advances, holding effective political socialization activities, monitoring and evaluation, and collaborating with related institutions and organizations.
Kata Kunci : strategi, pemilih pemula, kpu