Laporkan Masalah

Pemanfaatan Ruang Digital dalam Aksi Gejayan Memanggil: Membongkar Efek Kesadaran Kolektif dengan Partisipasi Ruang Digital yang Kuat di dalam aksi Gejayan Memanggil

Nanda Handaru Nichita, Abdul Ghaffar Karim, Drs., M.A.

2020 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Gerakan menolak pengesahan pasal-pasal bermasalah dalam RKUHP yang diikuti dengan rentetan tuntutan lain ini memanfaatkan pengguanan ruang digital yang efektif. Gerakan #GejayanMemanggil muncul sebagai perpaduan antara gerakan sosial dan ruang digital yang terjadi terutama di Twitter. Dalam artian, twitter sebagai alat persebaran informasi menjadi salah satu cara pengumpulan massa yang terjadi ketika aksi berlangsung. Keterlibatan penulis dalam #GejayanMemanggil juga memperkaya perspektif dari dalam gerakan #GejayanMemanggil. Penelitian ini penting karna #GejayanMemanggil adalah gerakan sub-nasional yang kemudian berdampak ke level nasional. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini adalah Studi Kasus. Studi kasus ini berperan penting dalam mengupas seluk beluk gerakan #GejayanMemanggil dari perspektif data sekunder dan juga perspektif internal gerakan mengingat penulis juga terlibat aktif dalam gerakan tersebut. Analisis ini melihat bagaimana Gerakan #GejayanMemanggil dapat memanfaatkan ruang digital guna melancarkan narasi politik yang diimplementasikan dengan sebuah aksi massa yang masif. Lebih jauh, dengan bantuan data sekunder berbentuk Social Network Analysis, ditemukan fakta gerakan ini adalah gerakan yang muncul dengan kesadaran kolektif setiap pengguna yang sebelumnya tidak terhubung. Akhirnya, studi ini dapat mengidentifikasi bahwa Gejayan Memanggil dapat memanfaatkan ruang digital melalui personalisasi narasi yang diwadahi dan dihubunggkan oleh tagar Gejayan Memanggil. Dari sana, ditemukan pola Connective Action yang kemudian dapat menjelaskan keberhasilan #GejayanMemanggil dalam menyelenggarakan aksi demonstrasi secara masif

The movement to reject the ratification of problematic articles in the RKUHP which was followed by a series of other demands made use of the effective use of digital space. The #GejayanMemanggil movement emerged as a fusion of social movements and digital space that occurs primarily on Twitter. In that sense, Twitter as a means of disseminating information is one of the ways of mass gathering that occurs when an action takes place. The writer's involvement in #GejayanMem Calling also enriches perspectives from within the #GejayanMememaling movement. This research is important because #GejayanMem Calling is a sub-national movement that then has an impact on the national level. The approach used in this paper is a case study. This case study plays an important role in exploring the ins and outs of the #GejayanMememanggil movement from a secondary data perspective and an internal perspective of the movement, considering that the author is also actively involved in the movement. This analysis looks at how the #GejayanMemanggil Movement can take advantage of digital space to launch a political narrative that is implemented with massive mass action. Furthermore, with the help of secondary data in the form of Social Network Analysis, it was found that this movement is a movement that appears with the collective consciousness of every previously unconnected user. Finally, this study can identify that Gejayan Memanggil can take advantage of digital space through personalizing a narrative that is accommodated and linked by the hashtag Gejayan Calling. From there, a Connective Action pattern was found which could then explain the success of #GejayanMemanggil in organizing a massive demonstration.

Kata Kunci : Gerakan Sosial, Connective Action, Analisis Jaringan Sosial, GejayanMemanggil

  1. S1-2020-378696-abstract.pdf  
  2. S1-2020-378696-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-378696-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-378696-title.pdf