Laporkan Masalah

Negosiasi Dalam Adat Pernikahan Suku Muna

AL MARSABAN, Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra M.A., M.Phil.

2021 | Tesis | MAGISTER ANTROPOLOGI

Belakangan ini, proses adat dalam pernikahan menjadi hal yang tabu dikalangan anak muda milenial, banyak dari kalangan milenial yang acuh akan adat-istiadatnya sendiri. Dikarenakan kalangan milenial lebih sibuk dan peduli terhadap persoalan yang kontemporer, dengan kata lain pemikiran yang tercipta mengarah pada hal-hal kekinian, dimana hal tersebut didasari pada gaya hidup, dan tuntutan lapangan pekerjaan yang mengikuti perkembangan zaman. Padahal, adat-istiadat adalah menjadi salah satu indentitas dari masyarakat itu sendiri. Tesis ini menjelaskan tentang peran negosiasi adat dalam pernikahan masyarakat Muna, dimana dalam pernikahan masyarakat Muna dikenal dengan kawin pinang dan kawin lari. Cara pernikahan dengan jalur pinang atau meminang merupakan hal yang di idam-idamkan oleh sebagian besar orang tua karena dianggap lebih terhormat . kawin lari dilakukan sebagai jalan keluar bagi masyarakat Muna. Dalam penelitian ini mengajukan dua pertanyaan yang ingin dijabarkan. Pertama bagaimana peran negosiasi adat dalam pernikahan masyarakat Muna, kedua, bagaimana pengaruh negosiasi adat pernikahan dalam masyarakat Muna. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam terhadap orang-orang yang terlibat langsung. Hasil penelitian ini menunjukan dalam proses pernikahan masyarakat suku Muna berawal dari pencarian jodoh, meminang, dan sampai pada pernikahan peran tokoh adat sangat dibutuhkan. Tokoh adat dengan fungsi sebagai mediator, dan fasilitator melalui negosiasi atau musyawarah yang dilakukan dapat mempengaruhi nilai mahar itu sendiri. olehnya itu peran negosasi menjadikan egoisme yang terjadi dalam suatu golongan sosial dapat teratasi dengan baik tanpa menimbulkan konflik dalam suatu hubungan keluarga dan masyarakat pada umumnya.

Nowadays, the customary process in marriage has become taboo among millennial youth, many of whom are millennials who are indifferent to their own customs. Because millennial circles are busier and care about contemporary issues, in other words the thoughts that are created lead to contemporary things, where it is based on lifestyle and the demands of employment that keep up with the times. In fact, customs are one of the identities of the community itself. This thesis describes the role of customary negotiations in the marriage of the Muna community, where in the marriage the Muna community is known as kawin pinang and kawin lari. The method of marriage using the betel nut or marriage route is what most parents desire because it is considered more honorable. kawin lari is carried out as a solution for the Muna community. In this study asked two questions that would be described. First, how is the role of customary negotiations in the marriage of the Muna community, second, how is the effect of negotiating traditional marriage in the Muna community. This research was analyzed using descriptive qualitative methods with in-depth interview data collection techniques with people who are directly involved. The results of this study show that in the marriage process of the Muna tribe, starting from the search for a mate, proposing, and until marriage, the role of traditional leaders is needed. Customary leaders who function as mediators and facilitators through negotiations or deliberations can influence the value of the dowry itself. Therefore, the role of negotiation makes egoism that occurs in a social group can be resolved properly without causing conflict in a family relationship and society in general.

Kata Kunci : Pernikahan, Mahar, Negosiasi, Tokoh Adat

  1. S2-2021-437467-abstract.pdf  
  2. S2-2021-437467-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-437467-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-437467-title.pdf