Perlindungan konsumen dalam bisnis beli sewa kendaraan bermotor di Kabupaten Sleman
SETYAWATI, Latifah, Prof.Dr. Nindyo Pramono, SH.,MS
2002 | Tesis | S2 Ilmu HukumPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik genetik sapi PO dan menganalisis keragaman sapi PO yang ada di peternakan rakyat. Penelitian ini dilakukan di sentra peternakan rakyat meliputi wilayah sentra pembibitan di Jawa Timur dan Jawa Tengah meliputi Kabupaten Blora, Tuban dan Lamongan mulai dari Juni sampai Desember 2008. Materi yang digunakan adalah sapi PO jantan umur 18 sampai 24 bulan dan betina umur 24 sampai 36 bulan atau yang sudah pernah melahirkan satu kali, sebanyak 30 ekor per lokasi, yang digunakan sebagai sampling untuk pengamatan karakteristik genetik berdasarkan sifat kuantitatif dan kualitatif. Koleksi sampel darah juga dilakukan untuk memperoleh data polimorfisme DNA mikrosatelit dengan menggunakan teknologi PCR dan elektroforesis. Analisis data dan informasi bersifat deskriptif, eksplanatory dan laboratoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subpopulasi Blora memiliki hubungan genetik yang dekat dengan subpopulasi Tuban dibanding Lamongan yang ditandai oleh tingginya level homozigot pada kedua subpopulasi. Hasil analisis molekuler genetik dengan menggunakan mikrosatelit, maka frekuensi alel tertinggi ditampilkan oleh lokus HEL9 pada populasi Tuban. Nilai heterozigositas sapi PO di ketiga subpopulasi ini sangat rendah, hal ini menggambarkan bahwa sapi PO di ketiga subpopulasi ini relatif seragam (homozigositasnya tinggi). Rendahnya nilai heterozigositas merupakan suatu indikasi yang mengarah pada kasus inbreeding
The aim of this research was to identifying genetic characteristic of PO cattle and analysing diversity PO cattle in smallholder farmers. This research was conducted at breeding stock in East Java and Central Java include Tuban, Lamongan and Blora regency, since June until December 2008. The animal use were PO cattle of 18 months until 24 months of age and cow of 24 months until 36 months of age or have once of calving as much 30 head by the location, which used as sampling for the observation of genetic diversity is based on quantitative and qualitative characteristic. Whole blood collection conducted to get the data of polymorphism DNA microsatellite by using technology of PCR and elektroforesis. Analyse the data and information in descriptive, explanatory and laboratoris. The result showed that Blora subpopulation have genetic distance which is near with Tuban subpopulation compared to Lamongan. The result of molecular genetic analyses by using microsatellite showed that highest frequency alel presented by HEL9 locus at Tuban population. Heterozigosity value at 3 subpopulation of PO cattle is very low, representing an indication instructing to inbreeding case. Keywords : Genetic characteristic, PO cattle, Smallholder farmers
Kata Kunci : Perlindungan Konsumen,Beli Sewa Kendaraan