Laporkan Masalah

POLA SPASIAL PERKEMBANGAN LAHAN TERBANGUN DI KABUPATEN KULONPROGO TAHUN 2004 � 2019 DENGAN MENGGUNAKAN PEMODELAN SPASIAL

IDA NURULITA USWATUN HASANAH, Prof. Ir. Bambang Hari W, MUP., M.Sc., Ph.D.

2021 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Perkembangan wilayah pada dasarnya berlangsung secara dinamis dengan salah satu tandanya ialah perkembangan fisik berupa pertambahan luasan lahan terbangun. Salah satu wilayah yang mengalami perkembangan dan pertambahan luasan lahan terbangun ialah Kabupaten Kulon Progo. Adanya penambahan beberapa fasilitas umum seperti bandara, jalan, dan pelabuhan berpotensi tinggi memicu percepatan perkembangan wilayah sekitarnya, sehingga perlu adanya kontrol tata ruang untuk menghindari kesalahan perencanaan dan kemerosotan kualitas lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sebaran dan pola spasial kecenderungan perkembangan lahan terbangun di Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2004 � 2019 serta mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang memengaruhi perkembangan lahan terbangun di Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2004 � 2019. Penelitian ini menggunakan metode deduktif berdasarkan kajian teori dalam menentukan pola perkembangan lahan terbangun dan variabel-variabel yang berpotensi memiliki pengaruh terhadap perkembangan lahan terbangun. Identifikasi besaran nilai masing-masing variabel serta keterhubungan antara variabel dengan lahan terbangun di Kabupaten Kulon Progo diolah dengan pendekatan kuantitatif berupa perhitungan statistik regresi logistik biner. Perhitungan ini diolah dengan menggunakan software Terrset. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lahan terbangun di Kabupaten Kulon Progo pada periode waktu 2004-2014 berkembang mengikuti pola jaringan jalan (ribbon/linear development), namun terjadi pergeseran pusat perkembangan pada periode waktu 2014-2019, sehingga terbentuk pola perkembangan melompat (leap frog development). Dari 14 faktor yang diteliti, terdapat sembilan faktor yang berpengaruh positif terhadap perkembangan lahan terbangun yaitu bandara, jalan, fasilitas pendidikan, lahan terbangun eksisting, terminal, fasilitas kesehatan, badan air, pabrik, dan fasilitas pemerintahan. Lima faktor yang berpengaruh negatif terhadap perkembangan lahan terbangun adalah kemiringan lahan, pelabuhan, stasiun, rel kereta, dan fasilitas perdagangan.

Regional development takes place dynamically showed by area increase in built-area. One of the regions that are undergoing development and built-area growth is Kulon Progo Regency. The addition of several public facilities such as airports, roads, and ports potentially triggers development acceleration of the surrounding area thus there is a need of spatial control to avoid planning failures and deterioration of environmental quality. The purposes of this study are to identify the distribution and spatial patterns of the inclination of built-area growth in Kulon Progo Regency in 2004 � 2019 and to identify factors that affect the built-area growth in Kulon Progo Regency in 2004 - 2019. This study uses deductive methods based on literature review on determining the pattern of built-area growth and variables potentially influencing built-area growth. Identification of the value of each variable and the correlation between variables and built area in Kulon Progo Regency area analyzed with a quantitative approach in the form of statistical calculation of binary logistics regression. This calculation is analyzed using Terrset software. The result of this study shows the development of the built area in Kulon Progo Regency from 2004-2014 followed the road network pattern (ribbon /linear development), but there was a shift of the development centre from 2014-2019 so that leap frog development formed. Out of fourteen factors that are studied, there are nine factors that have positive effects on built-area growth, namely airports, roads, education facilities, existing built-up land, terminals, health facilities, water bodies, factories, and government facilities. Meanwhile the other factors that negatively affect the built-area growth are the slope of land, ports, stations, railways, and trading facilities.

Kata Kunci : Wilayah, Perkembangan Lahan Terbangun, Analisis Pola Spasial, Regresi Logistik Biner, Kabupaten Kulon Progo

  1. S1-2021-384890-abstract.pdf  
  2. S1-2021-384890-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-384890-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-384890-title.pdf