GAIRAIGO DALAM HALAMAN INFORMASI MENU PADA SITUS MAKANAN SIAP SAJI KHAS JEPANG
NIKE PERTIWI, Dr. Tatang Hariri, M.A
2021 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKTesis ini membahas penggunaan gairaigo dalam situs web resmi milik beberapa restoran makanan siap saji khas Jepang. Gairaigo merupakan salah satu bentuk kosakata yang ada di dalam Bahasa Jepang selain dari bentuk Wago dan Kango. Sumber data penelitian diperoleh dari kolom informasi menu dalam situs web milik Restoran Matsuya, Sukiya, Yoshinoya, Nakau, Yayoiken, dan Aiya, yang ditampilkan dalam Bahasa Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan bentuk-bentuk gairaigo yang telah mengalami proses morfemis, mengalami penyempitan makna, dan menguraikan faktor yang melatarbelakangi penggunaan gairaigo yang dapat dikaji berdasarkan fenomena sosial masyarakat Jepang pada saat ini. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data berupa informasi menu yang ditawakan dan ditampilkan dengan Bahasa Jepang, kemudian dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menyalin ulang informasi menu dari situs web restoran yang dipilih menjadi sumber data, kemudian data dikelompokkan berdasarkan keunikan dari fenomena kebahasaannya, selanjutnya data yang dianalisis disajikan dengan bahasa yang sederhana, dan juga menggunakan tabel. Berdasarkan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa gairaigo yang merupakan bentuk kata pinjaman dari kosakata asing juga mengalami proses morfemis, baik melalui proses derivasi berupak afiksasi pada awalan dan akhiran, komposisi, dan pemenggalan. Selain itu, gairaigo juga dapat dikelompokkan berdasarkan bentuknya, yakni bentuk nomina, adjektiva dan verba. Selanjutnya, berdasarkan sumber data ditemukan beberapa gairaigo yang mengalami penyempitan makna, seperti kata raisu atau rice, boryuumu atau volume, dan setto atau set. Kemudian, secara sosial adapun faktor penggunaan gairaigo tersebut adalah tidak terdapatnya padanan kata yang mampu mewakilkan makna dari kata asal, penggunaan gairaigo dapat menimbulkan kesan lebih menarik, lalu adanya nggapan penggunaan gairaigo lebih efektif dalam penyampaian informasi.
This study discusses about gairaigo from information menu on official websites of several Japanese fast food restaurants. Gairaigo is either form of japanese vocabulary beside Wago and Tango. Data sources were obtained from menu information on restaurants websites of Matsuya, Sukiya, Yoshinoya, Nakau, Yayoiken, and Aiya, which were displayed in Japanese. The purpose of this study are describe gairaigo forms that have undergone a morphemic process, explaining narrowed meaning words, and describe the factors of gairaigo use in Japanese society. The data collected from menu informations which displayed in Japanese, then analyzed by qualitative approach. The collection data process ware carried out by re-copying the menu information , then the data were grouped based on the uniqueness of the linguistic phenomenon, then the analyzed data was presented in simple language, and also using tables. Based on analysis, these can be concluded that gairaigo which is a form of loanword from foreign vocabulary, also undergoes a morphemic process through a derivation process such as prefix and suffix, compounding, and clipping. In addition, gairaigo also be grouped based on types such as nouns, adjectives and verbs. Furthermore, based on the data there were some gairaigo that had narrowed meaning, such as raisu or rice, boryuumu or volume, and setto or set. Then, have concluded that the factors of using gairaigo were there was't similar word that could represent the meaning from original word, then gairaigo more attractive impression, the last one was there is an assumption that the use of gairaigo use was more effective when used in articles.
Kata Kunci : Gairaigo, Proses Morfemis, Bahasa Jepang, Makna, Sosial.