Gambaran Literasi Kesehatan Mental pada Mahasiswa Non-Kesehatan di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta
HASTY ALIYAH, Dr. apt. Susi Ari Kristina, M. Kes.
2021 | Skripsi | S1 FARMASIGangguan kesehatan mental merupakan salah satu masalah yang masih terus berkembang. Hal ini ditandai oleh data Riskesdas 2018 di Indonesia yang menunjukkan tingginya prevalensi gangguan kesehatan mental, salah satunya gangguan depresi (6,1%). Nilai ini diperkirakan oleh WHO akan mencapai 15%-20% pada tahun 2020. Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental sehingga penting bagi mahasiswa untuk memiliki literasi kesehatan mental yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran literasi kesehatan mental pada mahasiswa non-kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan mengidentifikasi faktor-faktor sosiodemografi yang memengaruhinya. Digunakan pendekatan cross-sectional menggunakan kuesioner berbasis daring yang diadaptasi dari MHLq. Sebanyak 266 responden merupakan mahasiswa bidang studi non-kesehatan di DIY dan dipilih melalui convenience sampling. Dilakukan analisis deskriptif dan analisis Chi-square untuk mengetahui gambaran serta hubungan tiap karakteristik responden terhadap tingkat literasi kesehatan mental. Skor total literasi kesehatan mental mahasiswa non-kesehatan memiliki median (IQR) sebesar 100(10) dengan rentang skor kuesioner 30-120. Diperoleh hasil bahwa karakteristik sosiodemografi berupa bidang studi dan pengeluaran per bulan memengaruhi tingkat literasi kesehatan mental. Diperlukan penelitian lebih lanjut terkait literasi kesehatan mental pada mahasiswa di Indonesia. Apoteker sebagai salah satu kontak pertama masyarakat dengan tenaga kesehatan dapat ikut terlibat dalam promosi kesehatan mental yang efektif dan tepat sasaran.
Mental disorder is one of the problems that is still growing. A national data in Indonesia has shown that in 2018, the prevalence of mental disorders is still high, one of which is depression (6.1%). WHO estimated the prevalence to reach 15%-20% by 2020. University students are vulnerable to mental disorders so having high mental health literacy (MHL) is crucial among them. This study aims to observe MHL among students of non-health related major in the Special Region of Yogyakarta (DIY) and the impact of sociodemographic factors related to it. A cross-sectional study was performed using an online-based questionnaire adapted from MHLq. A number of 266 respondents participated in this study were selected by convenience sampling. The data is analyzed through descriptive and Chi-square statistics to see the association of sociodemographic factors to the level of MHL. The median (IQR) of MHL total score among respondents was 100(10), with the total score range of 30-120. This study found that field of study and expenditure per month significantly affect the level of MHL. Further research regarding MHL among Indonesian students is needed. There is also a need for well-targeted mental health promotion with the involvement of pharmacists in it.
Kata Kunci : literasi kesehatan mental, mahasiswa, gangguan mental, MHLq