Analisis Determinan Pengungkapan Risiko pada Perusahaan Asuransi di Indonesia
TUTUT MURNIATI, Zuni Barokah, S.E., M.Comm., Ph.D., CA.
2021 | Tesis | MAGISTER SAINS AKUNTANSIPenelitian pengungkapan risiko pada perusahaan asuransi sangat sedikit dan terbatas, padahal informasi risiko pada industri ini sangat penting bagi pemangku kepentingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi luas pengungkapan risiko serta menguji dan memberikan bukti empiris pengaruh tata kelola perusahaan dan karakteristik perusahaan terhadap pengungkapan risiko perusahaan asuransi di Indonesia. Teknik analisis data menggunakan regresi data panel dengan periode observasi tahun 2013-2019. Hasil analisis konten terhadap 58 laporan tahunan menunjukkan bahwa pengungkapan risiko perusahaan asuransi di Indonesia masih tergolong rendah, yakni 52,85%. Berdasarkan fixed effect model, dapat disimpulkan bahwa variabel-variabel tata kelola perusahaan yaitu konsentrasi kepemilikan secara negatif dan signifikan mempengaruhi pengungkapan risiko, sedangkan dewan komisaris independen dan frekuensi rapat komite audit secara positif dan signifikan mempengaruhi pengungkapan risiko. Sementara itu, variabel-variabel karakteristik perusahaan (ukuran perusahaan, profitabilitas, dan leverage) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pengungkapan risiko, sedangkan variabel kontrol (tipe auditor) berpengaruh secara positif dan signifikan.
Research on risk disclosure is very few and limited, even though risk information is essential for stakeholders, especially for the insurance industry. The purpose of this study is to identify the extent of risk disclosure and test and provide empirical evidence of the effect of corporate governance and company characteristics on risk disclosure of insurance companies in Indonesia. The data analysis technique used panel data regression with the observation period 2013-2019. The content analysis results on 58 annual reports show that the risk disclosure of insurance companies in Indonesia is still low, namely 52.85%. Based on the fixed-effect model, it can be concluded that the corporate governance variables (ownership concentration, independent board of commissioners, and the frequency of audit committee meetings) significantly affect risk disclosure. Meanwhile, the company characteristic variables (firm size, profitability, and leverage) do not significantly affect risk disclosure, while the control variable (auditor type) has a positive and significant effect.
Kata Kunci : Pengungkapan risiko, perusahaan asuransi, tata kelola perusahaan, karakteristik perusahaan