ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI PROVINSI KAWASAN TIMUR INDONESIA
IVONE PATRICIA R, Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc
2021 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanStunting merupakan salah satu permasalahan gizi terbesar yang saat ini sedang terjadi di Indonesia. Berdasarkan data Survey Pemantauan Status Gizi Balita Indonesia tahun 2019 bahwa prevalensi stunting masih di angka 27,80% atau sebanyak 8,9 juta balita di Indonesia mengalami stunting. Angka tersebut masih tinggi karena masih jauh dari angka ideal yang ditetapkan oleh WHO yaitu sebesar 20%, sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara tertinggi ke- 5 di dunia yang mengalami stunting. Dalam beberapa tahun terakhir banyak penelitian yang menelaah tentang faktor-faktor yang turut memengaruhi stunting. Namun, hasil tersebut belum memberikan kesimpulan secara konklusif tentang faktor yang memengaruhi stunting terutama dari alokasi anggaran kesehatan, lingkungan hidup, perilaku kesehatan dan pemberdayaan perempuan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang turut memengaruhi percepatan penurunan stunting yang difokuskan pada pengaruh alokasi anggaran kesehatan, lingkungan hidup, perilaku kesehatan dan pemberdayaan perempuan di provinsi Kawasan Timur Indonesia. Metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel. Data yang digunakan merupakan data tahunan bersumber dari Kementerian Keuangan RI, Kementerian Kesehatan RI, BPS RI, Survey Pemantauan Status Gizi Tahun 2017 dan Survey Status Gizi Balita Indonesia Tahun 2019. Periode waktu analisis data adalah selama lima tahun yaitu tahun 2015, 2016, 2017, 2018, dan 2019. Unit amatan sebanyak 13 provinsi mencakup seluruh provinsi yang ada di Kawasan Timur Indonesia dengan jumlah variabel sebanyak 12 variabel, terdiri dari 1 variabel dependen, 7 variabel independen dan 4 variabel kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alokasi anggaran kesehatan yang diukur berdasarkan proksi belanja daerah fungsi kesehatan, lingkungan hidup yang diukur berdasarkan proksi akses sanitasi dan akses air bersih yang layak, dan pemberdayaan perempuan yang diukur melalui proksi tingkat sumbangan pendapatan perempuan, proksi perempuan sebagai tenaga professional, dan proksi keterwakilan perempuan di parlemen tidak berpengaruh signifikan terhadap percepatan penurunan stunting di provinsi Kawasan Timur Indonesia. Dan hanya faktor perilaku kesehatan yang diukur melalui proksi konsumsi rokok penduduk berusia lebih dari 15 tahun yang berpengaruh positif signifikan terhadap percepatan penurunan stunting di provinsi Kawasan Timur Indonesia.
Stunting is one of the biggest nutritional problems currently happening in Indonesia. Based on the 2019 Indonesian Toddler Nutrition Status Monitoring Survey data, the prevalence of stunting is still at 27.80% or as many as 8.9 million children under five in Indonesia are stunted. This figure is still high because it is still far from the ideal figure set by WHO, which is 20%, thus placing Indonesia as the 5th highest stunted country in the world. In recent years many studies have examined the factors that contribute to stunting. However, these results do not provide conclusive conclusions about the factors that influence stunting, especially from the budget allocation for health, environment, health behavior and women's empowerment. Therefore, this study aims to analyze the factors that contribute to the acceleration of stunting reduction with a focus on the influence of budget allocations for health, the environment, health behavior and women's empowerment in Eastern Indonesia. The method used is panel data regression analysis. The data used are annual data sourced from the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia, the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, BPS RI, the 2017 Nutrition Status Monitoring Survey and the 2019 Indonesian Toddler Nutrition Status Survey. The data analysis period is for five years, namely 2015, 2016, 2017, 2018, and 2019. 13 provinces of observation units cover all provinces in Eastern Indonesia with 12 variables, consisting of 1 dependent variable, 7 independent variables and 4 control variables. The results show that the health budget allocation is measured based on the proxies for regional health function expenditures, the environment as measured by proxies for access to sanitation and access to adequate clean water, and women's empowerment as measured by proxies for the level of women's income contribution, proxies for women as professionals, and proxy women's representation in parliament has no significant effect on the acceleration of stunting reduction in Eastern Indonesia. And only health behavioral factors that are measured through the proxy for cigarette consumption of people over 15 years of age that have a significant positive effect on the acceleration of stunting reduction in Eastern Indonesia.
Kata Kunci : stunting, alokasi anggaran kesehatan, lingkungan hidup, perilaku kesehatan, pemberdayaan perempuan, analisis regresi data panel.