Identifikasi Pola Penggunaan dan Pengetahuan tentang Kontrasepsi pada Kalangan Ibu di Kota Semarang
FARAH FADHILA KHAIRUNNISA, Dr. apt. Susi Ari Kristina, M. Kes.
2021 | Skripsi | S1 FARMASISebanyak 61% pasangan usia subur (PUS) di Indonesia merupakan konsumen alat kontrasepsi. Akan tetapi, 27% di antaranya memutuskan untuk berhenti. Pada tahun 2018, Jawa Tengah menempati posisi PUS tertinggi di Indonesia dengan tingkat penggunan kontrasepsi jangka panjang sebesar 20,06%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan pola penggunaan dan tingkat pengetahuan kontrasepsi pada Ibu di Kota Semarang. Responden penelitian ini adalah ibu usia 18-49 tahun di Kota Semarang sebanyak 136 orang yang dipilih secara convenience sampling. Variabel bebas yang diteliti adalah karakteristik sosiodemografi yang meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, lama pernikahan, dan jumlah anak. Sedangkan, variabel terikat berupa pola penggunaan dan pengetahuan tentang kontrasepsi. Alat ukur berupa kuesioner yang diisi oleh responden pada bulan November-Desember 2020. Penelitian yang dilakukan tergolong observasional dengan pendekatan cross-sectional menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui gambaran variabel dan analisis crosstabulation dengan uji chi square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Diperoleh pola penggunaan kontrasepsi yang beragam dengan penggunaan alat kontrasepsi sebesar (69,85%), tingkat perilaku penggunaan kontrasepsi tergolong tinggi (82,11%), dan tingkat pengetahuan kontrasepsi tergolong tinggi (58,09%). Terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah anak dengan tingkat penggunaan kontrasepsi (p=0,013), tetapi tidak ada hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan kontrasepsi. Selain itu, tidak ada hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat penggunaan kontrasepsi. Penelitian ini mampu menggambarkan pola penggunaan dan pengetahuan kontrasepsi, serta dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pemerintah untuk meningkatkan program keluarga berencana dan pelayanan kesehatan terkait.
Indonesia has highnumber of couples of childbering age with proportion 61% of couples are consumers of contraseptives, but 27% of them decided to stop. In 2018, Central Java occupied the highest position of couples of childbearing age in Indonesia with a long-term contraceptive use rate of 20,06%. This study aims to describe and the relationship between patterns of use and level of knowledge of contraception in Semarang City. The respondents of this study were 136 mothers aged 18-49 in Semarang City who were selected by convenience sampling. The independent variables studied were sociodemographic characteristics including age, education, occupation, income, length of marriage, and number of children. Meanwhile, the dependent variable is the pattern of use and knowledge about contraception. The measuring instrument was a questionnaire that was filled out by respondents in November-December 2020. The research was classified as observational with a cross-sectional approach using descriptive analysis to determine the description of the variables and crosstabulation analysis with the chi square test to determine the relationship between variables. In this study, patterns use of contraceptive obtained were varied with use of contraceptive (69.85%), high levels of contraceptive use behavior (56.62%) and high levels of knowledge of contraceptive (58.09%). There was a significant relationship between the number of children and the level of contraceptive use (p = 0.013), but there was no significant relationship between sociodemographic characteristics and the level of contraceptive knowledge. In addition, there is no significant relationship between the level of knowledge and the level of contraceptive use. This study is able to describe patterns of contraceptive use and knowledge, and can be used as material for government considerations to improve family planning programs and related health services.
Kata Kunci : pengetahuan, penggunaan, kontrasepsi