Resiliensi Keluarga Dalam Menghadapi COVID-19
TEFY NOFADILA, Nurhadi, S.Sos., M.Si., Ph.D.
2021 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANPenelitian ini berjudul Resiliensi Keluarga Dalam Menghadapi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran dampak COVID-19 pada keluarga serta menjelaskan bagaimana strategi yang diterapkan keluarga dalam kondisi yang mencekam ini. Penelitian ini dilakukan berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan mengenai permasalahan yang muncul di keluarga saat pandemi COVID-19. Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian terkait bagaimana keluarga merespon krisis yang terjadi di tengah pandemi COVID-19. Penulis menggunakan konsep Resiliensi Keluarga yang dikemukakan oleh Walsh untuk memberikan pemahaman terkait dengan apa yang diteliti. Walsh dalam mengemukakan konsepnya menjelaskan terdapat 3 elemen utama dalam resiliensi keluarga yakni: (1) Family Belief System; (2) Organizational Patterns; (3) Communication Process. Walsh juga menerangkan terdapat 3 faktor pelindung keluarga: (1) Keluarga Kohesi; (2) Kepercayaan Keluarga; (3) Strategi Koping. Konsep Resiliensi Keluarga juga didukung oleh pendapat atau perspektif lain yang juga mendukung konsep yang dikemukakan oleh Walsh. Perspektif ini kemudian menjadi acuan dalam penulisan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Proses pengumpulan data dari penelitian ini adalah melalui teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan 12 informan dengan 6 kategori, yakni: keluarga yang bekerja di sektor formal, keluarga yang bekerja di sektor informal, keluarga keluarga yang merupakan perantau, keluarga yang merupakan non perantau, keluarga yang memiliki tanggungan anak dan keluarga yang tidak memiliki tanggungan anak. Lokasi penelitian di lakukan di Jorong Galogandang, Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan 4 dampak serta 4 strategi resiliensi yang dihadapi oleh keluarga pada saat pandemi COVID-19. Dampak yang ditimbulkan yaitu: (1) Penurunan Pendapatan; (2) Terganggunya Tradisi Sosial Minangkabau; (3) Muncul Pengucilan Sosial; (4) Terjadinya Kesenjangan Digital. Sedangkan strategi resiliensi atas dampak yang timbul yakni : (1) Mencari Sumber Pendapatan Alternatif dan Mengurangi Pengeluaran; (2) Muncul Budaya Digital; (3) Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Tentang Pandemi; (4) Membuat Kelompok Belajar Kecil. Studi mengenai Resiliensi Keluarga Dalam Menghadapi COVID-19 ini bisa menjadi suatu pembelajaran kedepan. Hal ini merupakan sebuah pengetahuan bagaimana keluarga bertahan dan beradaptasi dengan kondisi yang cukup menggoncangkan keutuhan keluarga disaat terjadinya bencana alam atau non alam seperti COVID-19.
This research is entitled Family Resilience in Facing COVID-19. The purpose of this research is to find out how the impact of COVID-19 will be on families and to explain how the strategies are implemented by families in this tense condition. This research was conducted based on facts found in the field regarding problems that arise in families during the COVID-19 pandemic. This encourages researchers to conduct research related to how families respond to the crisis that occurs in the midst of the COVID-19 pandemic. The author uses the concept of Family Resilience proposed by Walsh to provide an understanding related to what is being researched. Walsh in presenting his concept explained that there are 3 main elements in family resilience, namely: (1) Family Belief System; (2) Organizational Patterns; (3) Communication Process. Walsh also explained that there are 3 protective factors for the family: (1) Family Cohesion; (2) Family Trust; (3) Coping Strategy. The concept of family resilience is also supported by other opinions or perspectives that also support the concept put forward by Walsh. This perspective then becomes a reference in research writing. This research uses qualitative methods with descriptive research type. The process of collecting data from this research is through observation, interview, and documentation techniques. Interviews were conducted with 12 informants in 6 categories, namely: families who work in the formal sector, families who work in the informal sector, families who are migrants, families who are non-migrants, families with dependent children and families who do not have children. The location of the research was carried out in Jorong Galogandang, Nagari III Koto, Rambat District, Tanah Datar Regency, West Sumatra Province. The results showed that there were 4 impacts and 4 resilience strategies faced by families during the COVID-19 pandemic. The resulting impacts are: (1) Decrease in Income; (2) Disruption of Minangkabau Social Traditions; (3) Social exclusion emerged; (4) The Digital Divide. Meanwhile, the resilience strategies for the impacts that arise are: (1) Finding Alternative Income Sources and Reducing Expenditures; (2) Emerging Digital Culture; (3) Increase Public Knowledge About Pandemic; (4) Creating Small Study Groups. This study on Family Resilience in Facing COVID-19 can be a lesson in the future. This is a knowledge of how families survive and adapt to conditions that are sufficient to shake the integrity of the family when natural or non-natural disasters such as COVID-19 occur.
Kata Kunci : pandemi, COVID-19, resiliensi keluarga, ketahanan keluarga, dampak COVID-19, strategi resiliensi keluarga / pandemic, COVID-19, family resilience, family resilience, impact of COVID-19, family resilience strategy