KENTA NOMUDA DAN KENTA NOHALI KOBABARIAHAE NOPOTOTOMO: KONSUMSI IKAN PADA RUMAH TANGGA DI DESA WONUAKONGGA
VERONICA PHRITA K D, Dr. Pande Made Kutanegara, M.Si
2021 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYAKeynes menjelaskan bahwa pendapatan dan konsumsi adalah dua hal yang saling berkaitan, dimana saat pendapatan meningkat maka konsumsi akan ikut meningkat, begitu juga sebaliknya. Penelitian tentang pola konsumsi pangan pada rumah tangga ini dilakukan untuk mendeskripsikan suatu masyarakat yang selalu mengonsumsi ikan sebagai lauk utama sehari-hari meskipun mengalami perubahan pendapatan. Permasalahan utama yang dijawab dalam penelitian ini adalah perubahan pendapatan yang terjadi tidak mempengaruhi konsumsi ikan pada rumah tangga. Dibukanya tambang nikel di sekitar desa, membuat beberapa penduduk laki-laki Wonuakongga memilih meninggalkan pekerjaan lama mereka sebagai nelayan untuk masuk dalam perusahaan tambang yang ada. Perubahan ini membuat perekonomian beberapa rumah tangga mengalami kenaikan. Penelitian ini dilakukan di Desa Wonuakongga, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan menggunakan metode penelitian seperti observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi literatur, serta dokumentasi (foto/suara/video). Hasil penelitian ini menunjukkan jika konsumsi ikan pada masyarakat Wonuakongga tidak mengalami perubahan walaupun pendapatan yang mereka terima saat ini meningkat. Selanjutnya, mengonsumsi ikan sudah menjadi kebiasaan masyarakat Wonuakongga sejak kecil, dan kebiasaan yang terjadi tersebut tidak ditentukan oleh harga ikan di pasaran, tetapi karena ketersediaan ikan itu sendiri. Ikan mahal atau ikan murah tidak ada bedanya bagi mereka.
Keynes theories explained that income and consumption are two relate things, which income growth in household will also affecting the consumption pattern, and vice versa. This research focus on food consumption patterns in households where the society always consuming fish as the main daily side dish even though it has experienced changes in income. The main problem tried to answered in this study is that changes in income do not affect fish consumption in households. The changing pattern of income is caused by the opening of a nickel mine in the surrounding village, made some Wonuakongga male residents choose to leave their old jobs as fishermen to join the existing mining company. This changes has shows the increasing economy capabilities of some households. This research was conducted in Wonuakongga Village, Laeya District, South Konawe Regency, Southeast Sulawesi, and using research methods such as participatory observation, in-depth interviews, literature study, and documentation (photo/voice/video). The results of this study indicate that the fish consumption of the Wonuakongga community has not changed even though there are growth in number of income they currently receive. Furthermore, fish consumption has been a habit of the Wonuakongga community since childhood, and the changes that occurs is not determined by the price of fish in the market, but mainly cause by the availability of the fish itself. There were not any difference between expensive fish or cheap fish.
Kata Kunci : Konsumsi Ikan, Kebiasaan, Rumah Tangga, Perubahan pendapatan