REAKTUALISASI PENDIDIKAN POLITIK DALAM MENGHADAPI POLITIK UANG (Studi Kasus: Kampung Anti Money Politic Dusun Pandeyan, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang)
DINA FITRIYANI, Haryanto, Prof. Dr., M. A.
2021 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHANPemilu di Indonesia yang masih dihadapkan pada tantangan besar terkait politik uang yang sulit untuk dihentikan dan justru menjadi kebiasaan atau tradisi di masyarakat. Penelitian ini mengkaji upaya pencegahan money politic dengan cara menguatkan pendidikan politik lewat program Kampung Anti Money Politic. Melalui cara tersebut diharapkan menjadi solusi dalam mengatasi fenomena maraknya politik uang yang seringkali muncul menjelang pemilu di Indonesia. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui bagaimana Kampung Anti Money Politic menjadi sarana pendidikan politik dalam menghadapi politik uang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode tersebut dipilih guna menjelaskan secara lebih mendalam mengenai fenomena yang ingin diteliti. Lokasi penelitian berada di Dusun Pandeyan, Deyangan, Mertoyudan, Magelang. Pengumpulan data dalam dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dengan para aktor dan masyarakat yang terlibat dalam Kampung Anti Money Politic yang seluruhnya berjumlah delapan orang. Selain itu data berupa studi literature dan dokumentasi menjadi data tambahan yang turut melengkapi serta berperan untuk mengcross-cek data yang sudah didapatkan melalui teknik sebelumnya. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pembentukan Kampung Anti Money Politic merupakan terobosan baru untuk mencegah berkembangnya politik uang dengan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Pendidikan politik di Kampung Anti Money Politic dilakukan melalui strategi kultural. Dengan adanya Pendidikan politik tersebut kesadaran politik masyarakat lebih meningkat sehingga dapat menjadi agen yang menolak, melawan dan melaporkan praktik money politics tersebut.
Elections in Indonesia, which are still faced with major challenges related to money politics that are difficult to stop and instead become a habit or tradition in society. This study examines efforts to prevent money politics by strengthening the political education through the Kampung Anti Money Politic program. This method is expected to be a solution in overcoming the phenomenon of rampant money politics that often appears before elections in Indonesia. The aim of the this researchto analyse how the Kampung Anti Money Politic is a means of political education in dealing with money politics. This research uses qualitative methods with a descriptive approach which is studied in more depth and detail. The research location is in Pandeyan Village, Deyangan, Mertoyudan, Magelang. The data collection was carried out using in-depth interviews with eight actors and the community involved in the Kampung Anti Money Politic. In addition, data in the form of literature studies and documentation are additional data that complement and play a role in cross-checking data that has been obtained through previous techniques. The results of this study found that the formation of the Kampung Anti Money Politic was a new breakthrough to prevent the development of money politics by providing political education to the community. Political education in the Kampung Anti Money Politic is carried out through a cultural strategy. With the existence of this political education, the political awareness of the community increases so that it can become an agent that rejects, opposes and reports the practice of money politics.
Kata Kunci : Money Politic, Pendidikan Politik, Pemilihan Umum, Kampung Anti Money Politic