Pengaruh menulis pengalaman emosional terhadap simtom-simtom depresi pada mahasiswa
SISWANTO, Dr. Johana E. Prawitasari
2002 | Tesis | S2 PsikologiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh menulis pengalaman emosional terhadap depresi pada mahasiswa. Penelitian yang sama yang dilakukan di Barat menunjukkan adanya pengaruh menulis pengalaman emosional terhadap kesehatan individu, termasuk di dalamnya dengan menurunkan simtom-simtom depresi. Apakah hasil yang sama juga berlaku untuk mahasiswa di Indonesia? Simtom-simiom depresi dipilih pada penelitian ini sebagai variabel tergantung dikarenakan gangguan depresi diketahui merupakan gangguan mental yang paling umum terjadi. Diperkirakan sekitar 20% dari jumlah populasi dan satu dibanding 4 mahasiswa mengalami depresi. Menulis pengalaman emosional dipilih sebagai tritmen dalam penelitian dikarenakan terapi ini dipandang menjanjikan karena berbeda dengan terapi lainnya, menulis pengalaman emosional bisa dilakukan secara massal, tidak membutuhkan pelatihan khusus bagi fasilitatornya sehingga dengan sendirinya menjadi lebih efisien dan ekonomis. Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu, menulis pengalaman emosional diketahui dapat meningkatkan imunitas tubuh, kesehatan mental dan dalam tingkat tertentu perubahan perilaku. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental. Mat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data berbentuk angket laporan diri, yaitu angket CES - D, IES dan cek manipulasi. Masing-masing digunakan untuk mengukur simtom depresi, tingkat distres lingkungan dan untuk mengetahui apakah antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen telah betul-betul mendapatkan perlakuan yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan cara kelompok kontrol diminta menuliskan deskripsi kampus, sedangkan kelompok eksperimen diminta menulis pengalaman emosional mereka. Tritmen diberikan hanya sekali Subjek yang digunakan adalah mahasiwa psikologi yang mengikuti kuliah semester kedua Jumlah subjek yang masuk pada penghitungan hasil analisis adalah 24 subjek untuk kelompok tritmen dan 27 subjek untuk kelompok kontrol, total 51 subjek. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan simtom depresi antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan F = 0.00028; p>0.05. Tingkat distres berpengamh terhadap simtom depresi dengan F = 5.414; p<0.05 Hasil penelitian ini masih terlalu awal untuk menyatakan bahwa menulis pengalaman emosional betul-betul tidak efektif untuk menurunkan simtom depresi. Analisis kualitatif terhadap subjek yang mendapatkan manfaat dari menulis pengalaman emosional dibandingkan dengan subjek yang tidak mendapatkan manfaat, mensyaratkan adanya perubahan-perubahan baik dalam pemberian instruksi dan lama waktu yang digunakan untuk menulis
The purpose of this research is to know the effect of writing about emotional experiences towards depression on college students. The same researches in west countries show there are effects of writing about emotional experience towards individual health, including decreasing symptoms of depression. Are the same results happen on Indonesian college students? Depressive symptoms are chosen for this research as a dependent variable because depressive disorder is known as the most common mental disorders. Approximately 20% of population and one to four college students suffer from depression. Writing about emotional experiences is chosen, as a treatment in this research because this therapy is different from other therapies. Writing about emotional experiences could be done with many people at the same time and there is no special training for the facilitators. Because of it, writing about emotional experiences will be efficient and economic Based on the past researches, writing about emotional experiences was known being increase immunity of the body, mental health and changing behaviour at the certain level. This research uses quasi-experimental method. The measurements are selfreports: CES - D, IES and manipulation check. Each of them is used for measured depressive symptoms, level of environmental distress and to know between control and experiment group are really have different treatment. Asked the control group to write campus description, while experiment group is asked to write about their emotional experiences does the research. Treatment was done once. Subjects experiment were psychology college students who take second semester lessons. The numbers of subjects that include in result analysis were 24 subjects for treatment group and 27 subjects for control group, total were 5 1 subjects. The result showed there was no significant difference in depressive symptoms between control group and experiment group with F = 0.00028, p > 0 05 Level of distress had effect toward depressive symptoms with F = 5.414; p < 0.05. It was too early to conclude that writing about emotional experience was not effective to decrease depressive symptoms. Based on qualitative analysis with subjects who have benefit from writing about emotional experience compare with subjects who haven't benefit, there was result that treatment will be effective if there are modifications on instruction and the duration of writing.
Kata Kunci : Depresi,Pengalaman Emosional, depressive symptoms, writing about emotional experiences, writing about campus description, quasi-experiment