STRATEGI SURVIVE BURUH NELAYAN: Studi Rumah Tangga Buruh Nelayan Kampung Tabalar Muara, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur
REZA SETIAWAN, Drs. Pande Made Kutanegara, M.Si., Ph.D.
2021 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYAStudi-studi tentang kehidupan nelayan sebagian besar menemukan bahwa kondisi mereka cenderung miskin, penuh dengan ketidakpastian dan ketidakstabilan ekonomi rumah tangga. Peran musim, peralatan tangkap, modal dan teknologi sangat menentukan penghasilan rumah tangga. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui lebih dalam tentang kemampuan rumah tangga untuk mensiasati kondisi ketidakpastian itu. Permasalahan utama yang dijawab dalam penelitian ini adalah strategi-strategi survive yang digunakan rumah tangga nelayan agar dapat bertahan hidup. Penelitian ini menggunakan teori kemiskinan dan strategi rumah tangga sebagai pendukung dalam menggambarkan kondisi pada rumah tangga buruh nelayan. Penelitian ini dilakukan pada rumah tangga di Kampung Tabalar Muara, Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pengumpulan data dengan menginap di 4 rumah tangga buruh nelayan. Proses pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif kepada 4 rumah tangga nelayan, warga dan Pak Lurah. Hasil penelitian menunjukkan berbagai variasi strategi survive rumah tangga buruh nelayan. Strategi rumah tangga dapat dibedakan menjadi dua yakni strategi internal dan strategi eksternal. Strategi internal rumah tangga terdiri dari mencari pekerjaan alternatif, maksimalisasi peran anggota rumah tangga, dan minimalisir pengeluaran rumah tangga. Sedangkan strategi eksternal rumah tangga dengan membangun modal social dan mengharapkan adanya bantuanbantuan pemerintah. Dengan berbagai strategi tersebut masing-masing rumah tangga cukup mampu bertahan hidup dan menjadi tidak miskin. Namun kondisi miskin diterima dari orang luar yang mengeneralkan kelompok nelayan sebagai kelompok miskin.
Studies on the life of fishermen have mostly found that their conditions tend to be poor, full of household economic uncertainty and instability. The role of season, fishing equipment, capital and technology will determine household income. This research tries to find out more about the ability of households to deal with this uncertain condition. The main problem that is answered in this study is the survival strategies used by fisherman households in order to survive. This study uses poverty theory and household strategies as a support in describing the conditions in fisherman labor households. This research was conducted on households in Tabalar Muara Village, Tabalar District, Berau Regency, East Kalimantan. This research is a qualitative research that uses data collection by staying overnight in 4 fisherman labor households. The data collection process used in-depth interviews and participatory observation to 4 fisherman households, residents and the village head. The result of this research shows that there are various variations of fishermen labor household survival strategies. The household strategy can be divided into two, namely an internal strategy and an external strategy. The internal household strategy consists of finding alternative jobs, maximizing the role of household members, and minimizing household expenses. Meanwhile, the external household strategy is to build social capital and expect government assistance. With these various strategies, each household is sufficiently able to survive and become not poor. However, the poor condition is received from outsiders who generalize the fishermen group as a poor group.
Kata Kunci : Ketidakpastian, Kemiskinan, Rumah Tangga, Nelayan, Strategi