Kajian Morfokonservasi Detail pada Lahan Terpilih Situs Manusia Purba Sangiran
HENI DWI LESTARI, Dr. rer. nat. Muhammad Anggri Setiawan, M.Si.
2021 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGANPelestarian lahan pada suatu situs terbuka membutuhkan dasar khusus agar tidak merusak nilai penting di situs. Berbagai permasalahan lahan dapat muncul dalam intensitas tinggi pada situs terbuka seperti Situs Sangiran. Pelestarian lahan prioritas yang memiliki nilai penting ditemukannya fosil tengkorak Homo erectus dilakukan di Lahan Terpilih Pucung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik geomorfologi dan mengidentifikasi morfokonservasi skala detail Lahan Terpilih Pucung. Lahan Terpilih Pucung terletak pada morfologi bukit Situs Sangiran yang secara regional terdapat pada transisi zona utara dan zona tengah Pulau Jawa. Material tanah tidak berkembang dengan baik. Analisis karakteristik lahan dilakukan dengan pendekatan geomorfologi untuk menentukan morfokonservasi lahan. Identifikasi geomorfologi menggunakan foto udara dan survei detail geomorfologi metode transverse. Pendekatan geomorfologi skala detail menggunakan unit analisis bentuklahan berupa landform element. Lahan Terpilih Pucung memiliki 11 satuan bentuklahan dengan morfologi yaitu crest, slope, flat, dan open depression. Material penyusun yang dominan berupa lapisan batupasir simpang siur pada Formasi Kabuh. Proses geomorfologi yang dominan yaitu erosi dan longsorlahan. Aktivitas manusia banyak berpengaruh dalam percepatan proses desktruktif lahan. Morfokonservasi memperhatikan proses lereng destruktif yang dominan sehingga didapatkan area prioritas konservasi.
Land conservation on open sites is requires specific basis to protect site�s outstanding universal value. Land problems can arise in high intensity on open sites such as Sangitan Site. Priority conservation area which has outstanding universal value because discovery Homo erectus fossils is carried out in Pucung Selected Area. This study aims to identify the characteristic of detailed geomorphological landscape and identify detailed morphoconservation on Pucung. Pucung selected area is located in Sangiran Site hillslope, which is located in northern and middle zone transition of Java Island. Analysis of land characteristics is using geomorphological approach to determine morphoconservation. Landform units are identified using aerial photography, digital elevation model, dan geomorphological survey (transverse method). Landform units for detailed scale is using landform element. Pucung selected area has 11 landform elements. The morphology is crest, slope, flat, and open depression. Dominant material is sandstones in Kabuh Formation. Dominant geomorphological processes are erosion and landslide. Human activity causes destructive land increase. Morphoconservation based on dominant destructive hillslope processes so as to get conservation priority area.
Kata Kunci : geomorfologi detail, landform element, morfokonservasi