Multatuli Dan Max Havelaar Vis-a-Vis Kant: Kosmopolitanisme Dan Moral Kategoris
HARDIYANTI, Dr. Hastanti Widy Nugroho
2021 | Tesis | MAGISTER FILSAFATPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi similaritas dan kontras pemikiran intelektual Immanuel Kant dan Multatuli di masa Aufklarung terkait reformasi moral Hindia Belanda. Selain itu, studi ini juga mendeskripsikan konsekuensi preteks yang disampaikan dalam Max Havelaar yang menyangkut reformasi moral Hindia Belanda. Penelitian ini menggunakan model pendekatan historis-faktual tokoh dengan unsur metodis: interpretasi, holistika, kesinambungan historis dan komparasi, serta refleksi pribadi peneliti. Filsafat dalam penelitian ini digunakan sebagai acuan analisis dan evaluasi sumber material Max Havelaar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat preteks dari standar moral kategoris Multatuli dan visi Kosmopolitan yang ingin diwujudkan dalam Max Havelaar. Pertama, terdapat similaritas terkait pandangan moralitas antara Kant dan Multatuli. Keduanya memandang bahwa prinsip moral yang bersifat universal dan rasional. Selain itu, keduanya menilai pentingnya agensi personal dalam menegakkan prinsip moral tersebut serta derivasi nilai moral dari kewajiban. Kedua, dari segi nilai-nilai Kosmopolitanisme dan moral kategoris dapat disimpulkan bahwa penting bagi misi kolonial untuk mewujudkan Hindia Belanda yang Kosmopolitan dan mempunyai kesejajaran nilai moral dengan bangsa Barat. Sehingga, kolonialisme dalam konteks perbaikan moral dan perwujudan dunia Kosmopolitan yang layak huni bagi bangsa Barat adalah suatu hal yang diperbolehkan secara moral.
This study aims to explore the similarity and contrast of the intellectual thought of Immanuel Kant and Multatuli during the Aufklarung. In addition, this study also describes the consequences of the pretext conveyed in Max Havelaar regarding the moral reform of the Dutch East Indies. This study utilizes a historical-factual model with methodical elements: interpretation, holistic, historical continuity and comparison, as well as the researchers' personal reflection. Philosophy in this study is used as analytical and evaluative instrument towards the reading material of Max Havelaar. The result of this study demonstrates the pretext of categorical moral standard that is upheld by Multatuli and his cosmopolitan vision that he wants to fulfill in Max Havelaar. First, there are similarities regarding the notion of morality between Kant and Multatuli. Both consider morality based on moral principles that are universal and rational. In addition, both view the significance of personal agency in upholding the moral principles and morality that derives from duty. Second, from the values of Cosmopolitanism and categorical morality, it can summarized the importance of colonial mission in the Indies to realize a cosmopolitan reality that aligns with the universal and rational moral values of the Westerners. Thus, the moral categorical moral pretext of Max Havelaar also suggests that colonialism is morally permissible for the moral betterment and the realization of cosmopolitan world that can make the Indies habitable for the Westerners.
Kata Kunci : Kolonialisme, Max Havelaar, Imperatif Kategoris, Kosmopolitanisme, Multatuli, Kant, Agensi Personal