Laporkan Masalah

ANALISIS HIDROGRAF ALIRAN UNTUK KARAKTERISASI AKUIFER KARST DI MATAAIR KALISIRAH DAN MATAAIR JUMBLENG, GOMBONG SELATAN, JAWA TENGAH

DANANG RIZA FAUZI, Dr. Tjahyo Nugroho Adji, M.Sc.Tech.

2021 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGAN

Karst merupakan suatu akuifer yang mampu menyimpan airtanah pada waktu yang cukup lama. Karst Gombong memiliki potensi sumberdaya air yang besar dan banyak dimanfaatkan oleh penduduk sekitar. Mataair Kalisirah dan Mataair Jumbleng merupakan dua diantaranya. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui karakteristik pelepasan komponen aliran dan distribusi aliran dasar di Mataair Kalisirah dan Mataair Jumbleng; (2) Mengetahui tingkat perkembangan akuifer karst di Mataair Kalisirah dan Mataair Jumbleng; dan (3) Mengetahui perbandingan karakteristik akuifer karst pada Mataair Kalisirah dan Mataair Jumbleng. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data debit dan tinggi muka air (TMA). Pengambilan data dilakukan selama 17 bulan (Mataair Kalisirah) dan 13 bulan (Mataair Jumbleng). Debit aliran diukur secara langsung di lapangan sedangkan TMA diperoleh menggunakan alat pencatat otomatis water-level data logger yang dipasang di kedua lokasi penelitian. Data debit dan TMA diolah menjadi hidrograf aliran untuk dilakukan analisis. Analisis kurva resesi dilakuakan untuk mengetahui sifat dari pelepasan komponen aliran. Pemisahan aliran dasar dilakukan untuk mengetahui Persentase Aliran Dasar (PAD). Kedua analisis tersebut mencerminkan sifat sistem aliran pada kedua mataair. Analisis Master Recession Curve (MRC) dilakukan untuk mendeskripsikan tingkat perkembangan akuifer di kedua mataair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran Mataair Jumbleng didominasi oleh aliran diffuse sehingga pelepasan komponen alirannya lebih lambat dibanding Mataair Kalisirah yang sudah memiliki perkembangan lorong berukuran conduit yang cukup berkembang. PAD di Mataair Jumbleng lebih besar dari Mataair Kalisirah dengan perbedaan yang tidak terlalu signifikan. Tingkat perkembangan akuifer menunjukkan bahwa Mataair Kalisirah memiliki perkembangan pada tingkat (8,0) yang menunjukkan bahwa karstifikasi pada akuifer berkembang semakin tinggi dengan satu aliran laminar dan dua aliran turbulen, sedangkan Mataair Jumbleng memiliki tingkat perkembangan (5,0) dimana sistem karstifikasi belum cukup berkembang dengan satu aliran laminar dan satu aliran turbulen.

Karst is an aquifer capable of storing groundwater for a long time. Karst Gombong has the potential for considerable water resources and is widely used by local residents. Kalisirah Springs and Jumbleng Springs are two of them. This study's objectives were: (1) to determine the characteristics of the release of flow components and the distribution of the base flow in Kalisirah and Jumbleng Springs; (2) to understand the level of development of karst aquifers in Kalisirah and Jumbleng Springs; and 3) to understand the comparison of karst aquifer characteristics in Kalisirah and Jumbleng Springs. The data used in this study are discharge data and water level (TMA). Data were collected for 17 months (Kalisirah Springs) and 13 months (Jumbleng Springs). The flow rate was measured directly in the field, while the TMA was obtained using an automatic recording device in the form of a water-level data logger installed in the two research locations. The discharge and TMA data are then processed into flow hydrographs for analysis. Recession curve analysis is used to determine the nature of the release of the flow component. Meanwhile, baseflow separation is carried out to determine the percentage of baseflow (PAD). Both analyzes reflect the nature of the flow system in both springs. Furthermore, Master Recession Curve (MRC) analysis was performed to describe the level of aquifer development in both springs. The results showed that the flow in Jumbleng Springs is dominated by diffuse flow, so that the release of the flow components is slower than in Kalisirah Springs, which already has a somewhat developed conduit-sized flow of void development. The PAD in Mataair Jumbleng is greater than in Mataair Kalisirah, with a less significant difference. The aquifer development level shows that Kalisirah Springs (8.0) which indicates that the karstification is growing higher than Jumbleng Springs (5.0) where the karstification system is not sufficient develop.

Kata Kunci : Karst Gombong, komponen aliran, konstanta resesi, pemisahan aliran dasar, master recession curve/Gombong Karst, flow components, recession constant, baseflow separation, master recession curve

  1. S1-2021-382306-abstract.pdf  
  2. S1-2021-382306-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-382306-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-382306-title.pdf