PENGARUH SALINITAS TERHADAP KONTAMINASI, PERTUMBUHAN, DAN KANDUNGAN METABOLIT KULTUR MASSAL SPIRULINA (Arthrospira platensis Gomont)
PUTRI MAURA RANGKUTI, Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc
2021 | Tesis | MAGISTER BIOLOGISistem kultivasi massal Spirulina dengan kolam terbuka tidak terhindar dari berbagai bentuk kendala, salah satunya adalah kontaminasi kultur yang mampu mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitasnya. Berbagai metode telah banyak dikembangkan dalam upaya meminimalisir kontaminan, namun metode pada umumnya masih kurang efektif pada skala massal karena membutuhkan biaya cukup besar. Modifikasi media kultur mikroalga merupakan salah satu metode alternatif yang lebih terjangkau dalam mengatasi kontaminan, berkaitan dengan karakter dari mikroalga yang dikultivasi. Spirulina merupakan mikroalga yang memiliki toleransi salinitas yang cukup luas, hal ini menyebabkan modifikasi salinitas tertentu dapat digunakan dalam strategi dalam mengatasi kontaminan karena tidak semua organisme memiliki toleransi salinitas yang sama dengan Spirulina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi tingkat salinitas tertentu terhadap keberadaan organisme kontaminasinya, pertumbuhan biomassa, dan pengaruhnya terhadap kandungan metabolit Spirulina yang di kultivasi secara massal pada kolam terbuka. Skala salinitas yang digunakan penelitian ini antara lain 5ppt, 10ppt, 20ppt, 30ppt dan 40ppt. Laju pertumbuhan Spirulina diukur setiap hari dengan parameter densitas dan biomassa, sedangkan laju tumbuh kontaminan diukur setiap 5 hari selama 10 hari kultivasi dengan metode Total Plate Count. Kandungan metabolit yang diukur antara lain protein dengan methode Kjeldahl, lipid dengan metode soxletasi, pigmen seperti klorofil, karoten, dan fikosianin dengan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas 10ppt paling efektif menurunkan kontaminasi pada kultur massal Spirulina selama 5 hari perlakuan dan sekaligus meningkatkan biomassa Spirulina secara signifikan. Salinitas 10ppt, 20ppt, dan 30ppt meningkatkan kandungan karoten dan lipid. Salinitas 20ppt, 30ppt menurunkan kandungan klorofil dan protein. Salinitas 40ppt menurunkan kandungan protein, klorofil, dan fikosianin.
Contamination in mass cultivation of Spirulina is inevitable, particularly in outdoor cultivation. The contamination is mainly caused by microbes which can affect the growth and decrease the yield of microalgae. Several methods have been conducted to overcome the microbial contamination in the culture. However, recent methods are still not affordable to be implemented in large scale cultivation. Hence, a more efficient way is required to overcome the contamination. For salt tolerance organisms such as Spirulina, altering salinity of the culture media is considered as an affordable strategy to be implemented for contamination control since salinity can act as a limiting factor in many organisms. In this study we investigated the effect of salinity to the contamination and growth rate of Spirulina in open ponds. We also investigated its impact on the nutritional value of Spirulina. The salinity used in this study were 5ppt, 10ppt, 20ppt, 30ppt, and 40ppt. The growth rate of Spirulina was measured using both biomass and cell density. The contaminants were measured every 5 days using Total Plate Count. The nutritional values measured in this study were total protein using Kjeldahl method, total lipid content using soxhletation method, and pigmentations (chlorophyll, carotenoid and phycocyanin) using spectrophotometer. The results showed that 10ppt salinity effectively reduced the contaminants as well as increased the biomass in Spirulina mass culture. Salinity of 10ppt, 20ppt, and 30ppt increased the carotene and lipid contents. Salinity of 20ppt, 30ppt reduced the chlorophyll and protein contents. Salinity 40ppt reduced the protein, chlorophyll, and phycocyanin contents.
Kata Kunci : kontaminasi, kultivasi massal, salinitas, Arthrospira platensis Gomont.