SWAMEDIKASI ANTIBIOTIK DAN ANALGESIK UNTUK MENGATASI KELUHAN PENYAKIT GIGI DAN MULUT PADA LANJUT USIA
ANGELIA ROSALINA ANW, drg. Mayu Winnie Rachmawati, M.Sc., Ph.D ; drg. Nunuk Purwanti, M.Kes., Ph.D
2020 | Skripsi | S1 HIGIENE GIGILanjut usia (lansia) akan mengalami penurunan fungsi organ tubuh, salah satunya pada rongga mulut yang berdampak pada munculnya berbagai penyakit. Upaya yang dilakukan lansia untuk mengatasi masalah kesehatan gigi dan mulut adalah swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran swamedikasi antibiotik dan analgesik untuk mengatasi keluhan penyakit gigi dan mulut pada lansia. Jenis penelitian adalah deskriptif cross sectional dengan metode survei. Jumlah responden penelitian sebanyak 133 lansia yang memiliki hubungan kekerabatan dengan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada angkatan 2015. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner yang didistribusikan secara daring. Kuesioner yang digunakan terdiri dari 20 butir pernyataan yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian swamedikasi antibiotik dan analgesik untuk mengatasi keluhan penyakit gigi dan mulut pada lanjut usia banyak dilakukan pada lanjut usia yang berumur 60 – 74 tahun (59%) dengan jenis kelamin perempuan (55,2%) dan pendidikan terakhir SD/tidak tamat (31,3%) serta tidak bekerja (61,9%). Alasan utama swamedikasi pada lanjut usia adalah keberhasilan obat sebelumnya (59%), gejala yang dirasakan belum parah (52,2%), menghemat biaya pengobatan (40,3%), dan kemudahan akses dalam memperoleh obat yang dibutuhkan (37,3%). Kesimpulan penelitian ini adalah swamedikasi antibiotik dan analgesik banyak dilakukan oleh lansia wanita berusia 60 – 74 tahun dengan tingkat pendidikan rendah dan tidak bekerja.
Elderly will experience a decrease in the function of organs, one of which is in the oral cavity which has an impact on the emergence of various diseases. The efforts made by the elderly to overcome dental and oral health problems are self-medication. This study aims to determine the description of antibiotic and analgesic self-medication to treat complaints of oral and dental disease in the elderly. This type of research is a descriptive cross sectional survey method. The number of research respondents was 133 elderly who have kinship with Student of the Faculty of Dentistry, Gadjah Mada University, class of 2015. The sampling method was purposive sampling. Data were collected using a questionnaire that was distributed online. The questionnaire used consists of 20 statement items that have been tested for validity and reliability. The results of the self-medicated study of antibiotics and analgesics to deal with complaints of dental and oral diseases in the elderly were mostly carried out on elderly people aged 60-74 years (59%) with female gender (55.2%) and last education was primary school / did not complete , 3%) and not working (61.9%). The main reasons for self-medication in the elderly are the success of previous drugs (59%), symptoms that are not severe (52.2%), saving on medical costs (40.3%), and easy access to the drugs needed (37.3%). The conclusion of this study is that antibiotic and analgesic self-medication are mostly carried out by elderly women aged 60-74 years with low levels of education and who do not work.
Kata Kunci : lanjut usia, penyakit gigi dan mulut, swamedikasi / elderly, dental and oral disease, self-medication