STUDI KOMPARATIF SIFAT KUALITATIF DAN KUANTITATIF ITIK LOKAL INDONESIA
DANIEL DWIKY IGNASIA PUTRA, Ir. Dyah Maharani, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM.;Dr. Ir. Heru Sasongko, M.P.
2021 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat-sifat kualitatif dan kuantitatif dari beberapa rumpun itik asli Indonesia. Rumpun itik yang dipilih adalah rumpun-rumpun yang telah memiliki Surat Keputusan Kementerian Pertanian, antara lain; itik Alabio, Pitalah, Bayang, Mojosari, Pegagan, Rambon, Magelang dan Turi. Pengamatan dan pengukuran sifat kualitatif dan kuantitatif dari 30 ekor itik di setiap rumpun, penelitian ini dilakukan secara langsung terhadap itik di kandang peternak. Sifat-sifat kualitatif meliputi warna dan corak bulu dari bagian-bagian tubuh itik, warna mata, paruh, kaki dan selaput kaki. Sifat-sifat kuantitatif meliputi ukuran paruh, leher, dada dan kaki. Sifat kualitatif dianalisis secara deskriptif dengan parameter persentase, sedangkan sifat kuantitatif dianalisis secara deskriptif dengan parameter mean dan standar deviasi serta komparatif mean ANOVA pola searah. Hasil penelitian menunjukkan tiap bangsa itik memiliki kenampakan yang spesifik, terutama pada warna dan corak bulu. Beberapa bangsa memiliki variasi dalam satu bangsa yang sama, dan masih ditemukan beberapa penyimpangan kenampakan sifat kualitatif dari yang tercantum pada Surat Keputusan Kementrian Pertanian. Penyimpangan yang muncul antara lain intensitas warna bulu (tua hingga muda) serta detail corak warna yang tidak tercantum secara rinci pada SK. Perbedaan bangsa berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap sifat kuantitatif berupa ukuran tubuh. Hasil penelitian diharapkan dapat membantu peternak dalam melakukan seleksi ternak sebagai bagian dari pengembangan itik lokal Indonesia
This research compares qualitative and quantitative traits in different breeds of Indonesia native duck. Chosen breeds based on those which already recognized and proven by Kementerian Pertanian, with Surat Keputusan Kementerian as proof. Breeds picked at time of research are; Alabio duck, Pitalah duck, Bayang duck, Mojosari duck, Pegagan duck, Rambon duck, Magelang duck, and Turi duck. Thirty ducks from each breed randomly picked for direct observation of qualitative traits and measurement of quantitative traits. Observed qualitative traits includes color and pattern of feather in various body parts, color of eyes, bill, and feet. Observed quantitative traits includes bill measurements, neck length, chest width, and feet measurements. Qualitative traits analyzed using descriptive with percentage parameter. Quantitative traits also analyzed using descriptive with mean parameter with standard deviation also compared with one-way ANOVA. The result showed that each breed has their own distinct color and pattern of plumage. Few breeds have distinct variations but few others have irrelevance qualitative traits in accordance of Surat Keputusan Kementrian Pertanian. Few irrelevances found such as color intensity of feather (between dark to light color) also detail of pattern that is not written in their SK. Different breeds showed difference (P<0.05) against body measurements as quantitative traits. The research result can be used to help breeder in order to improve breeding for Indonesia native duck breeds.
Kata Kunci : Sifat kualitatif, Sifat kuantitatif, Itik lokal