Laporkan Masalah

Implementasi Program Perhutanan Sosial Skema PHBM dan IPHPS di Desa Pelem Kecamatan Jati Kabupaten Blora

LIA SARI, Teguh Yuwono S.Hut., M.Sc.

2021 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN

sebagai upaya melestarikan sumber daya alam terutama dalam lingkup kehutanan, pemerintah menerbitkan program yaitu perhutanan sosial. penerapan perhutanan sosial di wilayah kerja Perum Perhutani yaitu dalam bentuk Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dan Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan implementasi PHBM dan IPHPS yang dilaksanakan di LMDH Wana Alam Subur dan KTH Mbah Sariman Jaya Desa Pelem, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora yang berada di wilayah kerja Perum Perhutani KPH Randublatung. Penelitian di LMDH Wana Alam Subur menekankan pada pelaksanaan PHBM, sedangkan penelitian di KTH Mbah Sariman Jaya menekankan pada pelaksanaan IPHPS. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan dengan analisis multikriteria dengan pembobotan Analytical Hierarchi Process (AHP) dan analisis deskriptif. hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pelaksanaan PHBM di LMDH Wana Alam Subur berada pada kategori buruk dengan penilaian yang diperoleh 65,62%. Penilaian implementasi mendapatkan nilai buruk karena dalam pelaksanaannya belum berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang ada seperti sosialisasi yang dilakukan di lingkungan internal maupun eksteral belum merata dan hanya dilakukan diawal program saja. Kelembagaan yang telah dibentuk tidak terkoordinir dengan baik sehingga lambat laun tidak berjalan. Pada implementasi pelaksanaan IPHPS di KTH Mbah Sariman Jaya berada pada kategori baik dengan penilaian yang diperoleh 71,69%.

As an effort to conserve natural resources, especially in the forestry sector, the government has issued a program namely social forestry. The application of social forestry in the working area of Perum Perhutani, namely in the form of Collaborative Basics Forest Management (PHBM) and Social Forestry Scheme (IPHPS). This research was conducted to determine the implementation of PHBM and IPHPS implementation at LMDH Wana Alam Subur and KTH Mbah Sariman Jaya, Pelem Village, Jati Sub-District, Blora Regency which is in the working area of Perum Perhutani KPH Randublatung. The research at LMDH Wana Alam Subur emphasizes the implementation of PHBM, while research at KTH Mbah Sariman Jaya emphasizes the implementation of IPHPS. The research was conducted using a qualitative approach with data collection using interview, observation and document review methods. The data analysis was performed by multicriteria analysis with the weighting of the Analytical Hierarchy Process (AHP) and descriptive analysis. The results showed that the implementation of PHBM implementation at LMDH Wana Alam Subur was in the bad category with an assessment obtained of 65.62%. The implementation assessment gets a bad score because in its implementation it has not gone well in accordance with existing regulations, such as the socialization carried out in the internal and external environment is not evenly distributed and is only carried out at the beginning of the program. The institutions that have been formed are not well coordinated so that they gradually do not work. In the implementation of the implementation of IPHPS at KTH Mbah Sariman Jaya, it is in a good category with an assessment obtained of 71.69%.

Kata Kunci : Implementasi, Perhutanan Sosial, PHBM, IPHPS

  1. D3-2021-415676-abstract.pdf  
  2. D3-2021-415676-bibliography.pdf  
  3. D3-2021-415676-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2021-415676-title.pdf