KARAKTERISTIK AGROFORESTRI KEBUN CAMPURAN DAN PERSPEKTIF GENDER DALAM PENGELOLAANNYA DI KALURAHAN PATUK KAPANEWON PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL
ARIFAH HIDAYATI, Dr. Priyono Suryanto, S.Hut., M.P.; Wahyu Tri Widayanti, S.Hut., M.P.
2020 | Skripsi | S1 KEHUTANANSelama beberapa dekade terakhir, agroforestri telah dijadikan sebagai solusi atas minimnya ketersediaan lahan di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Kalurahan Patuk dengan pola kebun campuran. Keberhasilan agroforestri erat kaitannya dengan kebiasaan para pemilik lahan, termasuk pembagian tugas antara petani laki-laki dan perempuan dalam suatu rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) struktur dan komposisi vegetasi penyusun agroforestri kebun campuran pada berbagai luasan lahan; (2) kalender musim pemanenan berbagai produk kebun campuran; dan (3) pembagian peran gender dalam pengelolaan agroforestri serta faktor-faktor yang berpengaruh. Penentuan plot pengamatan dilakukan menggunakan purposive sampling dengan tiga kategori luasan lahan yaitu < 500 m2, 500 - 1000 m2, dan > 1000 m2. Pengambilan data dengan metode sensus 100% pada seluruh tingkatan hidup pohon. Data dianalisis dengan Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Kekayaan Margalef (R), dan SexI-FS. Analisis gender menggunakan Harvard Analytical Framework dan uji statistik regresi linier berganda dengan SPSS 16.0 untuk mengetahui diferensiasi peran gender serta faktor-faktor yang berpengaruh. Hasil analisis vegetasi menunjukkan bahwa kebun campuran di Kalurahan Patuk tersusun atas tanaman penghasil kayu, Multipurpose Tree Species (MPTS), dan tanaman pertanian. Pada kategori luasan lahan kecil, sedang, dan besar masing-masing ditemukan sebanyak 23, 25, dan 21 spesies pohon. Jenis yang mendominasi pada ketiga kategori luasan lahan durian, mahoni, dan sonokeling. Mengacu pada hasil analisis gender diketahui bahwa pengelolaan lahan kebun campuran di Kalurahan Patuk hampir seluruhnya didominasi oleh laki-laki, kecuali pada aktivitas reproduktif yang didominasi oleh perempuan. Faktor-faktor yang secara simultan mempengaruhi diferensiasi peran gender dalam pengelolaan lahan yaitu jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan luas lahan dengan persamaan regresi Y= 2,204 + 0,435X1 + 0,031X2 + 0,493X3 + 0,519X4 - 0,509X5.
Over the last few decades, agroforestry has been used as a solution to the lack of land availability in various regions in Indonesia, including in the Patuk Village with a mixed garden pattern. The success of agroforestry is closely related to the habits of landowners, including the division of the task between male and female farmers in a household. This study aims to determine: (1) the structure and composition of vegetation in mixed garden agroforestry; (2) the calendar of harvesting seasons for various agroforestry products; and (3) the division of gender roles in agroforestry management and its influencing factors. The purposive sampling method was used to determine the sample, with three categories of land sizes, namely narrow (< 500 m2), medium (500-1000 m2), and broad (> 1000 m2). Data were collected using the census method on all tree life stages then analyzed by calculating the Importance Value Index and Margalef Richness Index (R). Tree structures were visualized using SexI-FS. Harvard Analytical Framework and multiple linear regression with SPSS 16.0 were used to determine the differentiation of gender roles and the factors that influence it. Results showed that the mixed gardens agroforestry in the Patuk Village were composed of wood-producing plants, Multipurpose Tree Species (MPTS), and seasonal crops. The mixed gardens in three land categories were composed of 23, 25, and 21 tree species respectively. Durian, mahogany, and rosewood dominated all land categories. Referring to the results of the gender analysis, it is known that almost all of the mixed garden land management in Patuk Village was dominated by men, except for reproductive activities dominated by women. Factors that simultaneously influence the differentiation of gender roles in land management were gender, age, education level, occupation, and land size with regression equations Y= 2,204 + 0,435X1 + 0,031X2 + 0,493X3 + 0,519X4 - 0,509X5.
Kata Kunci : agroforestri, kebun campuran, analisis gender, diferensiasi gender.