Laporkan Masalah

Seni kerajinan bambu Tirtoadi Yogyakarta :: Kontinuitas dan perubahannya

PRIHATIN, Purwo, Prof.Drs. S.P. Gustami, SU

2002 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa

Penelitian ini berusaha mengungkapkan pennasalahan yang bertalian dengan seni kerajinan mebel bambu Tirtoadi dalam konteks perubahan sosial dan kultural. Sehubungan dengan itu, studi perubahan desain sebagai produk kebudayaan melalui pendekatan historis akan memberi pemahaman bahwa faktor pemicu perubahan yang terjadi mencakup dorongan-dorongan dari dalam dan dari luar, sehingga terjadi inovasi ban. Peru bahan yang diakibatkan oleh perkembangan dari dalam dapat terjadi karena adanya penemuan baru dari unsur kebudayaan tanpa menghilangkan unsur yang sudah ada dalam kebudayaan tersebut. Perubahan dari luar yakin adanya kontak sosial dan kultural dengan masyarakat di luar komunitas berpengaruh terhadap hadirnya produk-produk baru. Perkembangan desain diawali tahun 1962 dengan produkproduk yang sangat sederhana, seperti soton, amben, Zincak sandheyan dan sebagainya. Pembuatan produk seni kerajinan bambu tersebut sebagai pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Hal ini karena bambu yang digunakan mudah diperoleh dan banyak tumbuh di lingkungan sekitarnya. Lambat laun produk yang dibuat mengalami perkembangan dan perubahan, sehingga muncul desain-desain baru seperti meja kursi model Jepara, Bali, kombinasi, rak majalah, lampu taman dan sebagainya. Produkproduk tersebut ternyata diminati oleh konsumen, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, sehingga menimbulkan dampak positif bagi masyarakat Tirtoadi. Perubahan yang ada dalam masyarakat merupakan gejala normal dalam kehidupan manusia. Kontinuitas dan perubahan produk budaya akan menimbulkan dampak bagi masyarakat pendukungnya, baik menyangkut sosial ekonomi maupun sosial budaya. Hal inilah mendorong keberadaan seni kerajinan mebel bambu Tirtoadi makin berkembang dan sudah menjadi kenyataan bahwa kondisi seni kerajinan mempunyai makna besar dalam dimensi kehidupan manusia.

This research tries to reveal the problems which concerned to social context and cultural changes of Bamboo crafts of Tirtoadi. Connecting that, the study of cultural changes by new product design with historical approach will give a comprehensions that change factors and inciude the motivation of changes, internal and external factors, and innovation tend. The changes that caused by internal developnient can arise by a new invention of cultural element without hiding the element of cultural the external changes have been a social and cultural contect with the people out of community that influence to new product. The design development began in 1962 very simple product, such as soton, umhen, Iincuk sundeyun, and others. The manufacture of bamboo craft products as the fullXinent of houses necessity, gradually, the product have been made getting changes and modification, so the new design products have arisen such as a couple of chairs and table from Jepara, Bali, combination, magazine shelf, a lamp of garden, and others. Those products actually have been interested by consumers, both of domestic and foreip cuostomers, that caused positive impact for Tirtoadi society. T'he changes in the society are normal tendency in the life of people, continuity and culture of products changes, That will make a tendency for supporting society in economical social and cultural social. That why, the Bamboo crafts of Tirtoadi is getting up and being a fact that crafts condition has a greet meaning in the human's life dimentions.

Kata Kunci : Seni Kerajinan Bambu,Mebel,Kontinuitas dan Perubahan, Bamboo crafts, changes and continuity


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.