Pengembangan Alat Ukur Penilaian Sistem Pendidikan Keselamatan Anak pada Sekolah Selamat Siaga Bencana (SSSB)
EVI WIDOWATI, Prof. Dr. dr. KRT. Adi Heru Husodo, M.Sc., D.Comm.Nut., DLSHTM.;Dr. dr. Wahyudi Istiono, M.Kes., DLP.
2021 | Disertasi | DOKTOR ILMU KEDOKTERAN DAN KESEHATANSepuluh tahun terakhir, bencana yang terjadi terus menimbulkan korban besar dan berpengaruh pada kesejahteraan, keselamatan orang, masyarakat, bahkan negara. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang rawan bencana, dan DIY masuk sebagai salah satu provinsi yang rawan bencana di Indonesia. Banyak anak di sekolah dalam situasi yang rentan. Dampak bencana pada anak jauh lebih besar dibandingkan orang dewasa. Kematian dan cidera pada anak tidak hanya diakibatkan karena adanya bencana, namun juga dapat disebabkan karena kecelakaan saat melakukan aktivitasnya, bahkan kejadian-kejadian Kekerasan terhadap Anak (KtA). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan indikator, alat ukur (instrumen) dan panduan penilaian sistem pendidikan keselamatan anak pada Sekolah Selamat Siaga Bencana (SSSB/S3B), dengan menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) level 3. Populasi penelitian sejumlah 1.843 sekolah (seluruh SD Provinsi DIY). Penentuan sampel ahli menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh sampel 9 orang ahli. Pemilihan sampel sekolah menggunakan teknik sampling klaster bertahap (multistage cluster sampling) tiga tahap, sehingga didapat 541 sekolah. Alat ukur ini terdiri dari 5 bagian dengan tujuh konstruk/parameter dengan total 80 aitem. Hasil uji CVR menunjukkan bahwa semua aitem (100%) merupakan poin "penting" yang memiliki validitas isi yang tinggi (diatas 0) dan semua aitem memperoleh nilai I-CVI diatas 0,78, selain itu 100% aitem mempunyai hasil r hitung diatas r tabel (0,088) sehingga dapat dikatakan bahwa alat ukur ini memiliki validitas isi yang baik. Uji reliabilitas yang ditunjukkan melalui nilai Cronbach's Alpha, diperoleh ri hitung (0,976) lebih besar dari r tabel (0,088) untuk taraf kesalahan 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa alat ukur ini reliabel. Semua pakar (100%) menyatakan bahwa alat ukur dan panduannya layak digunakan, dan hasil CFA menunjukkan bahwa model yang telah dimodifikasi (yaitu dengan mengeluarkan 3 indikator yaitu: pelatihan, simulasi/drilling dan penilaian risiko yang berada pada konstruk ke 5 yaitu kesiapsiagaan) sudah memenuhi kriteria GOF (Goodnes of Fit Statistics) sehingga model sudah fit dan cocok apabila diterapkan pada sampel sekolah SD di Provinsi Yogyakarta dalam pembentukan SSSB/S3B, dan setiap konstruk memiliki nilai standardized loading factor hasil dari CFA lebih dari 0,5 sehingga konstruk sudah valid dan reliabel dalam membentuk SSSB. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah melengkapi alat ukur ini dengan dimensi penilaian pengetahuan dan kapasitas guru dan siswa, serta pengujian lanjut instrumen ke lintas propinsi dan/atau lintas negara untuk menguji dampak.
In the last ten years, the disasters that have occurred continue to cause huge casualties and affect to the welfare, safety of people, society, and the country. Indonesia is one of the most disaster-prone countries in the world, and DIY was included as one of the disaster-prone provinces in Indonesia. Many children go to school in vulnerable situations. The impact of disasters on children is far greater than that of adults. Death and injury to children are not only caused by disasters but may also be caused by accidents while doing their activities, even incidents of violence against children. This study aims to develop indicators, measuring instruments and guidelines for the assessment of child safety education systems in the Disaster Preparedness School (SSSB), using research and development (R&D) level 3. The research population of 1,843 schools (all elementary schools in Yogyakarta Province). Determination of the sample of experts using purposive sampling technique in order to obtain a sample of 9 experts. The selection of school samples used a three-stage multistage cluster sampling technique, so that 541 schools are obtained. This measuring instrument consists of 5 parts with seven constructs/parameters with a total of 80 aitems. CVR test results show that all aitems (100%) are "important" points that have a high content validity (above 0) and all aitems have an I-CVI value above 0.78, in addition 100% aitems have r counts above r table (0.088) so that it can be said that this measuring instrument has a good content validity. The reliability test which was shown through the Cronbach's Alpha value, obtained the calculated value (0.976) is greater than r table (0.088) for the error level of 5%, so it can be concluded that this measuring instrument is reliable. All experts (100%) stated that the measurement tools and guidelines were appropriate, and the results of the CFA showed that the modified model (by removing 3 indicators, namely: training, simulation/drilling and risk assessment which was in the fifth construct, namely preparedness) was already meet with GOF (Goodnes of Fit Statistics) criteria so that the model is fit and suitable if applied to a sample of elementary schools in Yogyakarta Province in the formation of SSSB, and each construct has a standardized loading factor more than 0.5 from CFA results so that the construct is valid and reliable in formed SSSB. The advice given in this research is to complete this measurement with dimensions of the assessment of the knowledge and capacity of teachers and students, as well as further testing of instruments across provinces and/or across countries to test its impacts.
Kata Kunci : Alat ukur, Sekolah, Multi Bahaya, Bencana / Measuring instruments, Schools, Multi-hazard, Disasters