Laporkan Masalah

Pengaruh Variasi Penambahan Tetes Tebu (Molasse) Terhadap Kecepatan Waktu Ikat Awal Semen dan Kuat Tekan Paving Block

AGNES NOVIANICA P N, Ir. Fathi Basewed, MT.

2021 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK SIPIL

Paving block atau yang biasa disebut dengan concrete block atau bata beton merupakan alternatif yang dapat digunakan sebagai penutup permukaan jalan. Paving block memiliki banyak keunggulan serta kemudahan dalam pengaplikasiannya. Paving block harus mempunyai mutu dengan kuat tekan tinggi dan tahan lama. Penggunaan bahan tambah berupa tetes tebu dalam campuran paving block diharapkan mampu mengurangi produksi sampah di Indonesia. Dalam penelitian ini digunakan komposisi campuran antara semen dengan pasir sebesar 1 : 9. Variasi penambahan tetes tebu yakni sebesar 0%, 0,3%, 0,6%, 0,9 dan 1,2%. Dimensi paving block yang digunakan yakni 20cm x 10cm x 6 cm. Sampel setiap variasi 10 buah dengan total sampel sebanyak 50 buah. Penelitian ini dilakukan pengujian kuat tekan paving block dan pengujian waktu ikat awal semen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kuat tekan rata-rata paving block pada variasi 0 %, 0,3%, 0,6%, 0,9 dan 1,2% adalah 77,23 kg/cm2 , 92,61 kg/cm2 , 97,81 kg/cm2 , 72,54 kg/cm2 dan 58,62 kg/cm2 . Nilai kuat tekan tertinggi didapat pada variasi 0,6% dengan kuat tekan sebesar 97,81 ( naik 26,65%). Nilai waktu ikat tercepat didapatkan pada variasi 1,2% dengan kecepatan waktu ikat hingga 600% lebih cepat dibandingkan dengan tanpa tambahan tetes tebu. Sedangkan penambahan tetes tebu juga dapat memperlambat pengikatan awal semen pada kadar air 25% dengan variasi 0,3% mampu memperlambat proses pengikatan awal semen sebesar 22%.

Paving blocks or what can be called concrete blocks or concrete bricks are an alternative that can be used as a cover for road surfaces. Paving blocks have many advantages and are easy to apply. Paving blocks must have quality with high compressive strength and are durable. The use of added material in the form of molasses is expected to reduce waste production in Indonesia. In this study, a 1: 9 mixture of cement and sand was used. Variations in the addition of molasses were 0%, 0.3%, 0.6%, 0.9 and 1.2%. The dimensions of the paving blocks used are 20cm x 10cm x 6 cm. The sample for each variation is 10 pieces with a total sample of 50 pieces. This research was conducted to test the compressive strength of paving blocks and test the initial binding time of cement. The results of this study indicate that the average compressive strength of paving blocks at variations of 0%, 0.3%, 0.6%, 0.9 and 1.2% is 77.23 kg / cm2, 92.61 kg / cm2, 97.81 kg / cm2, 72.54 kg / cm2 and 58.62 kg / cm2. The highest compressive strength value was obtained at a variation of 0.6% with a compressive strength of 97.81 (an increase of 26.65%). The value of the fastest binding time was obtained at a variation of 1.2% with a fast binding time of up to 600% faster than without the addition of molasses. Meanwhile, the addition of molasses can also slow down the initial binding of cement at a moisture content of 25% with a variation of 0.3 which can slow down the initial cement binding process by 22%.

Kata Kunci : Paving Block, Tetes Tebu, Kuat Tekan, dan Waktu Ikat.

  1. D3-2021-416945-Bibliography.pdf  
  2. D3-2021-416945-Title.pdf