Laporkan Masalah

Penampilan Morfometrik Pedet Friesian Holstein Yang Di Pelihara Di Peternakan Rakyat Di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman

NUR ARIEF ADI PRAJA, Ir. Yustina Yuni Suranindyah, MS., Ph.D., IPM., Prof. Dr. Ir. Endang Baliarti, SU.

2021 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan morfometrik pedet Friesian Holstein pra-sapih dengan sistem pemeliharaan berbeda di peternakan rakyat di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Penelitian berlokasi di Kelompok Plosokerep dan Ngudi Makmur II di Kecamatan Cangkringan, Sleman. Materi penelitian terdiri dari 20 pedet betina periode pra-sapih dibagi dua kelompok dengan sistem pemeliharaan berbeda. Kelompok pertama, pedet menyusu langsung ke induknya dan kelompok kedua, pedet yang diberi susu dengan ember. Pakan yang diberikan adalah susu, hijauan, dan konsentrat, diberikan pagi dan sore. Selama 30 hari penelitian, dilakukan pengukuran morfometri sebanyak 3 kali dan pengukuran konsumsi pakan setiap hari. Data yang diperoleh dianalisis Deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penampilan morfometrik pedet yang dipelihara di kelompok ternak Plosokerep meliputi panjang badan 68,19 kurang lebih 4,61 cm per ekor dengan pertambahan 0,18 kurang lebih 0,13 cm per hari, tinggi badan 83,73 kurang lebih 4,60 cm per ekor dengan pertambahan 0,16 kurang lebih 0,15 cm per hari, lingkar dada 93,82 kurang lebih 5,54 cm per ekor dengan pertambahan 0,25 kurang lebih 0,10 cm per hari, dalam dada 38,21 kurang lebih 2,74 cm per ekor dengan pertambahan 0,11 kurang lebih 0,06 cm per hari, lebar dada 21,10 kurang lebih 1,60 cm per ekor dengan pertambahan 0,12 kurang lebih 0,06 cm per hari, tinggi panggul 84,48 kurang lebih 4,94 cm per ekor dengan pertambahan 0,14 kurang lebih 0,10 cm per hari, dan lebar panggul 20,71 kurang lebih 2,21 cm per ekor dengan pertambahan 0,12 kurang lebih 0,03 cm per hari, dan penampilan morfometrik pedet yang dipelihara di kelompok ternak Ngudi Makmur II meliputi panjang badan 67,94 kurang lebih 3,50 cm per ekor dengan pertambahan 0,13 kurang lebih 0,08 cm per hari, tinggi badan 82,19 kurang lebih 4,82 cm per ekor dengan pertambahan 0,13 kurang lebih 0,05 cm per hari, lingkar dada 91,90 kurang lebih 4,07 cm per ekor dengan pertambahan 0,29 kurang lebih 0,11 cm per hari, dalam dada 36,46 kurang lebih 2,65 cm per ekor dengan pertambahan 0,10 kurang lebih 0,05 cm per hari, lebar dada 18,97 kurang lebih 2,46 cm per ekor dengan pertambahan 0,10 kurang lebih 0,03 cm per hari, tinggi panggul 84,25 kurang lebih 4,38 cm per ekor dengan pertambahan 0,11 kurang lebih 0,13 cm per hari, dan lebar panggul 19,17 kurang lebih 2,19 cm per ekor dengan pertambahan 0,09 kurang lebih 0,03 cm per hari. Konsumsi pakan pedet yang dipelihara di kelompok ternak Plosokerep dan Ngudi Makmur II berturut-turut meliputi konsumsi bahan kering (1,58 kurang lebih 0,82 dan 1,20 kurang lebih 0,27 kg per ekor per hari), bahan organik (1,41 kurang lebih 0,72 dan 1,10 kurang lebih 0,24 kg per ekor per hari), protein kasar (0,14 kurang lebih 0,12 dan 0,08 kurang lebih 0,04 kg per ekor per hari), serat kasar (0,14 kurang lebih 0,14 dan 0,06 kurang lebih 0,04 kg per ekor per hari), lemak kasar (0,07 kurang lebih 0,05 dan 0,05 kurang lebih 0,02 kg per ekor per hari), dan Total Digestible Nutrients (1,18 kurang lebih 0,50 dan 0,97 kurang lebih 0,18 kg per ekor per hari). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa peternakan rakyat di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman memiliki dua pola pemeliharaan yang berbeda, yaitu pedet yang menyusu langsung dengan induk dan pedet yang diberi susu dengan ember. Konsumsi nutrien pakan, penampilan morfometrik, dan pertambahan ukuran morfometrik sudah baik.

This study aimed to determine the morphometric appearance of calves Friesian Holstein pre-weaning with different maintenance systems in smallholder farms in Cangkringan District, Sleman Regency. The research located in the Plosokerep and Ngudi Makmur II groups in the Cangkringan District, Sleman. The research material consisted of 20 female calves in the pre-weaning period divided into two groups with different maintenance systems. The first group, the calves suckle directly to the cow and the second group, the calves are given milk by the bucket. The feed given is milk, forage, and concentrate, given in the morning and evening. During the 30 days of the study, morphometric measurements were carried out 3 times and measurement of feed consumption everyday. The data obtained were analyzed descriptively. The results showed that the morphometric appearance of calves reared in Plosokerep group included body length 68.19 plus minus 4.61 cm per head with an increase of 0.18 plus minus 0.13 cm per day, body height 83.73 plus minus 4.60 cm per head with an increase of 0.16 plus minus 0.15 cm per day, heart girth 93.82 plus minus 5.54 cm per head with an increase of 0.25 plus minus 0.10 cm per day, chest depth 38.21 plus minus 2.74 cm per head with an increase of 0.11 plus minus 0.06 cm per day, a chest width of 21.10 plus minus 1.60 cm per head with an increase of 0.12 plus minus 0.06 cm per day, a withers height of 84.48 plus minus 4.94 cm per head with a an increase of 0.14 plus minus 0.10 cm per day, and a hip width of 20.71 plus minus 2.21 cm per head with an increase of 0.12 plus minus 0.03 cm per day, and the morphometric appearance of calves reared in Ngudi Makmur II group covering body length of 67.94 plus minus 3.50 cm per head with an increase of 0.13 plus minus 0.08 cm per day, body height 82.19 plus minus 4.82 cm per head with an increase of 0.13 plus minus 0.05 cm per day, heart girth 91.90 plus minus 4.07 cm per head with an increase of 0.29 plus minus 0.11 cm per day, chest depth 36.46 plus minus 2.65 cm per head with an increase of 0.10 plus minus 0.05 cm per day, chest width 18.97 plus minus 2.46 cm per head with an increase of 0.10 plus minus 0.03 cm per day, a withers height of 84.25 plus minus 4.38 cm per head with an increase of 0.11 plus minus 0.13 cm per day, and a hip width of 19.17 plus minus 2.19 cm per head with an increase of 0.09 plus minus 0.03 cm per day. The consumption of calf feed which reared in Plosokerep and Ngudi Makmur II group, respectively, includes dry matter consumption (1.59 plus minus 0.81 and 1.20 plus minus 0.27 kg per head per day), organic matter (1.41 plus minus 0.71 and 1.10 plus minus 0.24 kg per head per day), crude protein (0.14 plus minus 0.11 and 0.08 plus minus 0.04 kg per head per day), crude fiber (0.14 plus minus 0.14 and 0.06 plus minus 0.04 kg per head per day), crude fat (0.08 plus minus 0.04 and 0.05 plus minus 0.02 kg per head per day), and Total Digestible Nutrients (1.19 plus minus 0.50 and 0.97 plus minus 0.18 kg per head per day). Base on the research, it can be conclude that the people's farms in Cangkringan Subdistrict, Sleman Regency have two different maintenance system, namely calves that are fed directly with the cow and calves that are given milk with buckets. Consumption of feed nutrients, morphometric performance, and increase in morphometric size are good.

Kata Kunci : Pedet Friesian Holstein, Morfometri Periode Pra-sapih, Perbedaan Pemeliharaan pedet, dan Konsumsi pakan.

  1. S1-2021-394484-abstract.pdf  
  2. S1-2021-394484-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-394484-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-394484-title.pdf