Laporkan Masalah

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP UPAH MINIMUM PEKERJA WAKTU TIDAK TERTENTU (PKWTT) PADA TOKO BATIK DI KAMPUNG BATIK LAWEYAN KOTA SURAKARTA

SHABRINA KURNIA M, Prof. Dr., Ari Hernawan, S.H., M.Hum

2021 | Skripsi | S1 HUKUM

Penelitian hukum ini meneliti dan mengkaji tentang implikasi hukum perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) yang dibuat secara lisan terhadap pelaksanaan perjanjian kerja terhadap pekerja, serta pelaksanaan perlindungan upah minimum terhadap pekerja perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) dengan perjanjian kerja lisan pada toko batik di Kampung Batik Laweyan. Penelitian ini lebih berkonsentrasi pada perlindungan hukum pekerja untuk memperoleh pemenuhan hak dalam bidang pengupahan melalui perjanjian kerja lisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi hukum perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) yang dibuat secara lisan terhadap pelaksanaan perjanjian kerja terhadap pekerja, serta untuk mengetahui pelaksanaan perlindungan upah minimum terhadap pekerja perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) pada toko batik di Kampung Batik Laweyan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jenis normatif-empiris. Penelitian normatif dilakukan melalui penelitian kepustakaan atau berbagai bahan hukum primer dan sekunder. Penelitian empiris dilakukan untuk mendapatkan data primer melalui penelitian lapangan dengan wawancara kepada subjek penelitian berupa responden dan narasumber. Data yang diperoleh dari hasil penelitian kepustakaan dan lapangan dianalisis secara kualitatif. Hasil analisis data disajikan secara deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukan bahwa perjanjian kerja lisan menyebabkan ketidakjelasan mengenai hak dan kewajiban para pihak dalam hubungan kerja menyebabkan pengusaha belum memenuhi kewajiban dalam membayarkan upah kepada pekerjanya dikarenakan upah yang dibayarkan dibawah ketentuan UMK Kota Surakarta, selain itu pendapatan non upah yang dibayarkan juga tidak dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

This legal research studies and examines the legal implications of the indefinite-term employment agreement (PKWTT) made verbally on the implementation of employment agreements for and minimum wage protection for indefinite-term workers with oral employment contracts at batik shops in the Kampung Batik Laweyan. This research focuses more on the legal protection of workers to obtain fulfillment of rights in wages through an oral employment contract. This study aims to determine the legal implications of an indefinite-term employment agreement made verbally on the implementation of employment agreements and determine the performance of minimum wage protection for indefinite-term workers at a batik shop in Kampung Batik Laweyan. This research is descriptive normative-empirical research. The normative analysis is carried out through library research or various primary and secondary legal materials. Empirical research was conducted to obtain preliminary data through field research by interviewing respondents and informants. The data obtained from the literature and field research were analyzed qualitatively. The results of the data analysis were presented descriptively analytically. The results show that the oral employment agreement causes uncertainty regarding the rights and obligations of the parties related to relationships at work, forcing employers not to fulfill their obligations to pay wages to their workers because the salaries paid are under the district minimum wage limit in Surakarta. Besides, non-wage income is not delivered according to the applicable provision

Kata Kunci : Pekerja, Perjanjian kerja lisan, Perlindungan Upah

  1. S1-2021-405669-abstract.pdf  
  2. S1-2021-405669-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-405669-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-405669-title.pdf