CORRELATION BETWEEN WOMAN'S LINGUISTIC FEATURES AND SOCIAL ISSUE ON SOME SELECTED FEMINISM POP SONGS
FENNIA NUR AINI, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A.
2020 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKGerakan feminisme terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini juga mempengaruhi cara orang menulis seni sastra seperti puisi, novel, dan lirik lagu. Dari sekian banyak jenis feminisme, feminisme posmodern adalah yang paling banyak diminati para pencipta lagu feminis dalam budaya pop saat ini. Feminisme posmodern, yang mempercayai kebebasan dalam mengekspresikan diri, dianggap sebagai cara yang efektif dalam menyebarkan nilai-nilai feminisme, terutama melalui lirik lagu pop karena musik pop sangat diapresiasi oleh sebagian besar orang saat ini. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan lagu pop feminisme posmodern karya penulis lagu wanita dengan lagu pop karya penulis lagu pria. Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang ciri-ciri kebahasaan yang digunakan oleh penulis lagu feminisme posmodern perempuan dan laki-laki, tetapi juga untuk menemukan perbandingan kuantitatif ciri-ciri kebahasaan lirik lagu feminisme postmodern antara perempuan dan laki-laki serta alasan atau faktor sosial yang mungkin mendasari perbedaan tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini diambil dengan mengkorelasikan data dengan teori-teori sebelumnya.
Feminism movement has continuously developed as the time goes by. It is also effecting the way people write written literature arts such as poem, novels, and song lyrics. Of the many kinds of feminism, postmodern feminism is the one that is particularly attracts feminist songwriters in nowadays pop culture. Postmodern feminism, that is all about being free to express yourself, is considered as an effective way in spreading feminism values, especially through pop song lyrics since pop music is highly appreciated by most people today. This research was done by comparing postmodern feminism pop songs written by female songwriters with ones written by male songwriters. Therefore, this research is not only aimed to get a better understanding in the linguistic features used by both female and male postmodern feminism songwriters, but also to find the quantitative comparison of the linguistic features of postmodern feminism song lyrics between female and male and the reasons or social factors might be underlying those differences. The conclusion of this research is drawn by correlating the data with the previous theories.
Kata Kunci : postmodern feminism, pop song, linguistic features